Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Nov 2018   19:30

Komentar
Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

Perubahan iklim dipercaya mampu menimbulkan virus penyakit baru yang lebih berbahaya. (Foto : Istimewa)

Kabar adanya penyebaran virus Je di Tanah Air sudah barang tentu jadi fokus Kementerian Kesehatan. Namun demikian, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium kesehatan terkait isu menyebarnya virus Je yang dilaporkan ada di Pulau Dewata Bali. 

Sampai saat ini Kementerian Kesehatan juga masih menunggu apakah benar sudah ada kasus terpaparnya virus Je dengan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kesehatan tentang penyebaran virus tersebut.

Daerah yang masih banyak ditemukan peternakan babi disinyalir jadi tempat berkembangnya nyamuk pembawa virus Japanese encephalitis. (Foto: Istimewa) 

“Masih kami telaah. Kami minta ke balai besar lab kesehatan benar apa tidak ada (kasusnya)," ujarnya saat ditemui di Gedung Sujudi, Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

Lebih lanjut Nila mengatakan, bahwa pemerintah sudah melakukan imunisasi di Bali untuk mencegah penyebaran virus Je. "Imunisasi Je khusus di Bali sudah kami lakukan," katanya.

Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Kesehatan, menurut Nila, juga menunjukkan tidak ada kasus penularan virus Je di Sulawesi Utara. "Yang di Sulawesi Utara negatif," ucap Menkes.

Selain imunisasi, seberanya ada langkah lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengendalikan dan mencegah penyebaran virus Je secara mandiri. Salah satunya dengan strategi pengendalian nyamuk. Saat ini, metode pengendalian nyamuk yang paling aman, mudah tersedia serta efektif adalah perangkap nyamuk (untuk area yang relatif kecil) dan jaring serta mengurangi genangan air yang bisa dijajdikan sarang nyamuk penyebar virus Je.

Beberapa tindakan pencegahan lain yang paling mudah dilakukan adalah dengan menggunakan antinyamuk berupa losion atau spray yang aman bagi kulit. Menggunakan pakaian yang menutupi tubuh bila beraktivitas di luar rumah. Menggunakan kelambu saat tidur atau air conditioner. Sebisa mungkin untuk menghindari kegiatan di area pertanian, ladang, atau persawahan pada malam hari. Di wilayah tersebut banyak terdapat nyamuk Culex.

Sementara itu, beberapa kelompok peneliti mendukung kontrol yang lebih baik terhadap populasi nyamuk. Mereka juga memperingatkan bahwa tidak bijaksana untuk menghilangkan nyamuk sepenuhnya dari ekosistem. Bagaimana pun, nyamuk merupakan bagian dari jaring makanan untuk beberapa spesies dan menyerbuki banyak tanaman. Menghilangkan nyamuk sepenuhnya bisa memiliki efek negatif pada alam yang berakibat pada manusia. 

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan imuniasai Je. Saat ini imunisasi Je di Bali juga sudah masuk imunisasi rutin. Targetnya adalah seluruh bayi usia 10 bulan di Provinsi Bali. Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, mengakui bahwa imunisasi Je tidak masuk dalam imunisasi dasar lengkap di Indonesia karena adanya keterbatasan. Imunisasi ini hanya dilakukan di dua tempat yang paling banyak populasi babi seperti Bali dan Sulawesi Utara.

Menurut Nila, virus Je berkembang di tubuh babi. Ditularkan oleh nyamuk yang memakan darah babi ke tubuh manusia. Meski begitu, Nila mengungkapkan jika pihaknya terus memantau dan memeriksa isu penyebaran virus Je di Indonesia.

"Lagi ditelaah. Tingkat kebenaran mesti dilihat. Kami minta litbang dan balai besar laboratorium kesehatan untuk cek, benar atau tidak virus itu ada di Indonesia. Sulawesi Utara negatif. Bali belum ada jawaban," kata  Nila. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: