Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
15 Nov 2018   19:30

Komentar
Indonesia Siaga Hadapi Dampak Perubahan Iklim yang Munculkan Virus Baru

Perubahan iklim dipercaya mampu menimbulkan virus penyakit baru yang lebih berbahaya. (Foto : Istimewa)

European Centre for Disease Prevention and Control (ECDPC) melaporkan, penyebaran virus Je paling banyak di Asia. Banyak kasus ditemukan di India, Jepang dan Pakistan.

Vaksin Japanese encephalitis. (Foto: Istimewa)

Menurut ECDPC, sebanyak 30 sampai 50.000 kasus Je dilaporkan setiap tahun. Namun, beberapa tahun terakhir, penyebaran penyakit Je mulai menurun seiring dengan vaksin yang mulai menyebar luas serta adanya perbaikan di sektor pertanian. Sebanyak 24 negara di wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat memiliki transmisi Je endemik. Mengekspos lebih dari 3 miliar orang terhadap risiko infeksi.

"Je adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk kepada manusia. Menyebabkan inflamasi membran-membran yang ada di otak," demikian tertulis dalam peringatan tersebut, dikutip dari laman News.com.au.

Sampai saat ini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit yang disebabkan virus Je. Perawatan intensif dilakukan hanya untuk menghilangkan gejala-gejala klinis terhadap pasien yang cukup parah serta mengatasi infeksi. Walau begitu, vaksin yang aman dan efektif telah tersedia untuk mencegah Je. WHO merekomendasikan agar vaksinasi Je diintegrasikan ke dalam jadwal imunisasi nasional di semua area, di mana penyakit Je diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia.

Penyebaran Virus Je

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: