Produksi Terus Meningkat, Kementan Targetkan Ekspor Teh Senilai Rp1,5 T 

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Nov 2018   15:30 WIB

Komentar
Produksi Terus Meningkat, Kementan Targetkan Ekspor Teh Senilai Rp1,5 T 

Petani memanen pucuk teh. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang Wahyu Dwiantoro melaporkan bahwa komoditas teh turut berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Menurut data menunjukkan bahwa ekspor teh meningkat 1 persen dari tahun 2016 sebesar Rp1,51 triliun menjadi Rp1,53 triliun pada tahun 2017. Hingga September 2018, kontribusi ekspor teh bahkan sudah mencapai Rp1,23 triliun. 

"Negara-negara tujuan ekspor teh melipuri Malaysia, Pakistan, dan Rusia, dengan kontribusi mencapai 41 persen," demikian disampaikan Bambang melalui siaran pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Kamis (15/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan, meski secara rata-rata pertumbuhan areal dan produksi nasional 2014-2017 menurun, tapi pada tahun 2018 ini mulai menunjukkan peningkatan terutama produksi dari 139,36 ribu ton menjadi 140,23 ribu ton sampai September 2018 lalu.

Baca Lainnya : Di 'World Tea Expo 2018', Teh dan Rempah-rempah Indonesia Terjual Hingga Jutaan Dolar

Pihaknya berharap, guna memajukan komoditas teh nasional dibutuhkan sinergitas dan peran semua pihak, terutama petani dan industri untuk meningkatkan daya saing. Terlebih menurut amanat UU, petani teh wajib hukumnya bermitra dengan industrinya.

Lebih lanjut pihaknya menjabarkan, berdasarkan catatan Dirjen Perkebunan, Saat ini baru 1 produk teh Indonesia yang punya daya saing terbaik yaitu Teh Java Preanger yang sudah mendapat sertifikasi Indikasi Geografis pada tahun 2015 lalu.

"Mari kita tingkat kan mutu teh Indonesia, saya harap peran Dewan Teh Indonesia untuk mendorong munculnya teh Indonesia yang ber-IG dan memiliki kualitas sesuai dengan permintaan pasar," ucap Bambang.

Baca Lainnya : Pasar Global Terbuka Lebar, Ekspor Teh Indonesia Harus Lebih Gencar

Sebagaimana diketahui, selama lima tahun terakhir Kementerian Pertanian berkomitmen pengembangan komoditas perkebunan sangat tinggi terutama untuk mengangkat produksi teh nasional. Sejak 2014 sampai 2019 mendatang untuk pengembangan teh, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan teh seluas 11.310 hektar yang terdiri dari intensifikasi 6.870 hektar dan rehabilitasi 4.440 hektare. 

"Lokasi pengembangan teh dipilih sesuai lokasi yang ditetapkan oleh Bapak Menteri menjadi kawasan pengembangan teh nasional salah satunya Jawa Barat dengan kontribusi produksi teh nasional mencapai 71 persen," ungkapnya.

Untuk itu Bambang menegaskan, kebijakan Ditjen Perkebunan kedepannya yakni mempertahankan areal teh nasional sekaligus meningkatkan produktivitas dan mutunya. Selain itu yang perlu diperhatikan terkait keamanan pangan, terlebih untuk produk teh yang diekspor harus disesuaikan dengan standarisasi permintaan negara tujuan ekspor. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: