Indonesia Targetkan Swasembada Kentang Tercapai pada 2020

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
15 Nov 2018   08:37

Komentar
Indonesia Targetkan Swasembada Kentang Tercapai pada 2020

Kentang (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan)  tengah menggalakkan peningkatan produksi kentang. Terutama untuk kebutuhan bahan baku industri agar dapat mewujudkan swasembada pada 2020.

"Kita sudah swasembada kentang granula untuk konsumsi sejak 2018, sedangkan kentang atlantik untuk kebutuhan bahan baku industri, swasembadanya target paling lambat 2020," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/11)

Suwandi mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai. Kementan pun telah menggelar rapat dengan para pelaku usaha untuk berkoordinasi memacu pencapaian swasembada.

Baca Lainnya: Kementan Sebar Benih Kakao dan Padi di Sulbar

Ia menjelaskan kentang untuk bahan baku industri dibutuhkan jenis khusus yaitu atlantik yang selama ini pasokannya masih mengandalkan impor.

Dengan berkembangnya teknologi perbenihan dan pemuliaan benih kentang, telah ditemukan berbagai varietas seperti varietas Median, Bliss, Omabeli sebagai substitusi jenis kentang atlantik sehingga nantinya tidak lagi mengandalkan impor.

"Benih kentang lokal ini punya keunggulan bisa diproses secara tertentu sehingga hasil produknya akan bermanfaat bagi kesehatan, berdampak langsung bagi stamina tubuh," kata dia.

Suwandi menyebutkan swasembada kentang industri sebelumnya ditargetkan pada 2019. Akan tetapi, setelah mencermati kesiapan industri, kemampuan produksi, umur panen tiga bulan, proses panen menjadi benih 3-4 bulan, sehingga paling lambat swasembada pada 2020.

Bisnis kentang industri saat ini dikelola dua industri besar dan beberapa industri menengah dan kecil.

Baca Lainnya: Kementan Mulai Bangun Lumbung Bawang Putih Baru di Sumatra Utara

Salah satu industri besar sudah mampu memproduksi sendiri dan swasembada pada Juli 2019 dan industri lainnya tengah dilakukan percepatan paling lambat pada akhir 2020.

Dilansir data BPS, impor kentang industri pada tahun 2017 sebesar 51.849 ton yang nilainya mencapai Rp275 miliar. Namun, pada Januari-September 2018 impor hanya 29.649 ton, atau senilai Rp117 miliar, sehingga ini menandakkan impor kentang industri turun signifikan.

"Sejak 2018 tidak ada impor kentang konsumsi, sudah swasembada. Bahkan saat ini kami juga mendorong ekspor kentang segar. Januari-September 2018 sudah ekspor 2.781 ton," kata Suwandi.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: