Banjir Ancam Semarang, Pompa-pompa Air Disiagakan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
14 Nov 2018   10:30

Komentar
Banjir Ancam Semarang, Pompa-pompa Air Disiagakan

Pompa Air (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Guna mengantisipasi banjir seiring meningkatnya intensitas hujan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Kota Semarang, Jawa Tengah telah menyiapkan pompa-pompa air.

“Sebagai langkah antisipasi, kami telah menyiapkan alat-alat penunjang salah satunya pompa air. Saat diperlukan, pompa air bisa langsung digunakan,” kata Kepala BBWS Pemali-Juana, Ruhban Ruziyatno di Semarang, Rabu (14/11).

Pompa air tersebut rencananya dipasang di Sungai Sringin sebanyak lima unit dan Sungai Tenggang sebanyak enam unit untuk mengantisipasi banjir.

Selain itu, alat-alat bantu lainnya juga telah disiagakan seperti karung pasir yang berfungsi untuk penahan air, dump truk, ekskavator untuk penanggulangan banjir.

"Pompa airnya sudah tersedia, sudah siap, tetapi kan harus ada dudukannya. Pembuatan dudukannya belum selesai. Secepatnaya akan diselesaikan sehingga pompanya bisa langsung dipasang," sambungnya.

Ia juga menjelaskan, setidaknya sistem drainase di kota Semarang terbagi atas empat sistem, di antaranya Dolog-Penggaron yang mengalir ke Sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Sementara itu, untuk aliran yang ke Sungai BKT, ia tidak terlalu khawatir karena pengerjaan penampang sungai sebagai bagian dari normalisasi sungai tersebut sudah hampir rampung.

"Yang ke BKT tidak masalah, memang kami kejar pembuatan penampang sungainya. Kami waspadai malah yang Sringin-Tenggang, terutama Sungai Tenggang," tambahnya.

Meski begitu, pihaknya tak menampik bahwa normalisasi Sungai Tenggang memang belum tuntas sehingga akan dibantu dengan pemasangan pompa air untuk mengantisipasi debit air yang besar saat hujan.

"Normalisasi Sungai Tenggang ini memang belum tuntas. Makanya, ada sebagian perumahan di Genuk yang kena banjir kemarin, tetapi bisa langsung teratasi," lanjutnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi datangnya banjir rob pihaknya telah melakukan upaya penanganan dengan tanggul sungai. Selain itu, ia juga telah memiliki satuan tugas (satgas) khusus yang diterjunkan untuk memantau daerah-daerah rawan banjir selama 24 jam.

"Jadi, jika terjadi banjir petugas akan segera bergerak cepat melakukan antisipasi bersama dinas terkait, seperti BPBD," tutupnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: