Lowongan Kerja, Dibutuhkan 1400 Tenaga Pendamping untuk Perhutanan Sosial, Minat?

TrubusNews
Binsar Marulitua
14 Nov 2018   08:44 WIB

Komentar
Lowongan Kerja, Dibutuhkan 1400 Tenaga Pendamping untuk Perhutanan Sosial, Minat?

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah berkomitmen membangun perhutaan sosial yang jumlahnya mencapai 13,4 juta hektare. Tetapi, dalam menggarap konsep  aspek legal masyarakat menanam di hutan rakyat tersebut masih butuh banyak pendampingan 

"Saat ini, baru ada sekitar 3.600 pendamping petani penggarap lahan. Setidaknya masih diperlukan 1.400 pendamping di seluruh Indonesia," Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Supriyanto  

Bambang menjelaskan dari jumlah target sebesar 13,4 hektare tersebut, baru 2,17 juta ha yang tergarap  perhutanan sosial. Luasan daerah tersebut meliputi 5.092 lokasi di seluruh Indonesia yang  melibatkan 500.000 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 2 juta orang.

Baca Lainnya: Ini Dia Strategi KLHK Untuk Percepatan Perhutanan Sosial
 
Menurut Bambang, pendistribusian lahan perhutanan sosial harus jelas untuk masyarakat sasaran sesuai dengan nama dan alamat. Inilah yang menjadi penyebab masih rendahnya distribusi. Selain itu, lahan hutan yang dimaksud harus clear and clean serta bebas dari konflik.

KLHK mengaku telah menyampaikan secara terbuka kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga donor, dan masyarakat luas untuk bergabung menjadi pendamping.

Baca Lainnya: Lanjutkan Perhutanan Sosial, KLHK Verifikasi Empat Kelompok Tani

Syaratnya, harus mempunyai kompetensi penyuluh perhutanan sosial dengan mengikuti "in house training" selama 20 jam untuk menguasai 7 modul.
 
Bambang menyatakan jika seluruh lahan yang disiapkan bisa terserap, maka akan mampu melibatkan 3 juta KK atau 12 juta orang. Artinya, program ini akan membantu mengurangi angka kemiskinan.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Tiga Desa di Kota Batu Terdampak Angin Kencang

Peristiwa   17 Nov 2019 - 17:06 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: