Masalah Gizi Anak Masih jadi Prioritas Utama yang jadi Sorotan Kemenkes

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2018   15:15 WIB

Komentar
Masalah Gizi Anak Masih jadi Prioritas Utama yang jadi Sorotan Kemenkes

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek melaporkan, sampai saat ini pemerintah masih terbebani oleh masalah gizi yang diderita anak-anak. Masalah ini pun terbagi lagi menjadi dua bagian. Di satu sisi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menghadapi masalah gizi kurang, pendek atau stunting, dan kurus. Namun di sisi lain juga dihadapkan pada masalah overnutrition atau obesitas pada anak.

"Angka stunting pada balita telah turun dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018. Hal ini sejalan dengan perbaikan pada beberapa indikator Kesehatan lbu dan Anak, seperti antenatal care, persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan ibu nifas, dan pelayanan kesehatan pada bayi dan balita," demikian disampaikan Nila saat menghadiri acara puncak Hari Kesehatan Nasional ke-54 di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/11).

Baca Lainnya : WNPG XI Fokus Perbaikan Gizi dan Kesehatan Terkait Stunting

Tak hanya itu, perilaku merokok pada remaja juga menjadi masalah yang menjadi sorotan. Saat ini jumlah perokok remaja menunjukkan kenaikan dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

"Perilaku hidup sehat di masyarakat kita masih perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) baru mencapai 5 persen. Sementara itu, perilaku aktivitas fisik juga masih perlu ditingkatkan, karena masih 33,5 persen penduduk di atas 10 tahun yang aktivitas fisiknya kurang," ungkapnya lagi.

Baca Lainnya : Infografis: 2,9 Persen Balita Berstatus Gizi Sangat Kurus Selama 2017

Lebih lanjut ia mengatakan, solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan tersebut tentu memerlukan kepemimpinan yang kuat, manajemen yang andal, kolaborasi multi-sektor harmonis, dan pemantauan evaluasi pembangunan yang terstruktur dan sistematis.

"Saya sangat berharap muncul berbagai inovasi baik di tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, sampai dengan Puskesmas, guna menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan kesehatan yang sedang kita hadapi," tutupnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: