Menkes: Masyarakat Indonesia Masih Dihadapkan pada Tiga Beban Penyakit

TrubusNews
Astri Sofyanti
12 Nov 2018   14:45 WIB

Komentar
Menkes: Masyarakat Indonesia Masih Dihadapkan pada Tiga Beban Penyakit

Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek. (Foto : Trubus.id/ Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Moeloek meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai berbagai jenis penyakit.

“lndonesia saat ini masih menghadapi transisi epidemiologi. Terkait dengan penyakit, kita menghadapi tiga beban penyakit (triple burden of diseases),” kata Nila saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (12/11).

Dikatakan Nila, Indonesia memiliki beban penyakit ganda. Yang pertama karena telah bergesernya penyakit menular ke arah penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, diabetes, kanker, dan sebagainya. 

Baca Lainnya : Soal Isu Virus Japanese Encephalitis di Bali, Menkes Masih Tunggu Hasil Lab

Yang kedua, muncul ancaman penyakit infeksi baru seperti flu burung, ebola, dan TBC Resisten Obat. Dan yang terakhir, masyarakat juga masih dihadapkan pada masalah penyakit menular yang belum selesai, seperti Demam Berdarah, TBC, Malaria, HIV, Filariasis, dan Kecacingan.

Terkait masalah gizi, lndonesia juga tengah menghadapi beban ganda (double burden of nutition problem). Di satu sisi Indonesia menghadapi masalah undernutrisi (gizi kurang, pendek/stunting, dan kurus), di sisi lain Indonesia juga dihadapkan pada masalah overnutrisi, yakni masalah obesitas / kegemukan.

Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan berbagai indikator pembangunan kesehatan mengalami kenaikan, namun juga masih ada indikator yang perlu terus diperbaiki dan ditingkatkan.

Sementara itu, Nila mengungkapkan bahwa angka stunting pada Balita turun dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 30,8 persen pada 2018.

Capaian tersebut terjadi dengan terus melakukan perbaikan pada beberapa indikator Kesehatan lbu dan Anak, seperti antenatal care, persalinan oleh tenaga kesehatan, perawatan ibu nifas, dan pelayanan kesehatan pada bayi dan balita.

Baca Lainnya : Menkes: Banyak Ancaman Kesehatan, Indonesia Harus Bersiaga

Sementara itu, berbagai indikator Penyakit Tidak Menular telah menunjukkan kenaikan dari sisi angka kejadian. Prevalensi Kencing Manis berdasarkan pemeriksaan darah telah meningkat dari 6,9 persen pada tahun 2013 menjadi 8,5 persen pada tahun 2018, Hipertensi berdasarkan pengukuran tekanan darah telah meningkat dari 25,8 persen pada tahun 2013 menjadi 34,1 persen pada tahun 2018. Perilaku merokok pada remaja juga meningkat dari 7,2 persen pada tahun 2013 menjadi 9,1 persen pada tahun 2018.

Sebagai bentuk pencegahan, maka perilaku hidup sehat di masyarakat masih perlu ditingkatkan. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan, perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), baru mencapai 5 persen.

“Saya berharap bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program lndonesia Sehat dengan Pendekatan Ketuarga dapat diimplementasikan lebih operasional dan konkrit di tengah-tengah masyarakat,” ungkapnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan: