Banjir di Indragiri Hulu Telan Dua Korban Jiwa Anak-Anak

TrubusNews
Karmin Winarta
12 Nov 2018   13:10 WIB

Komentar
Banjir di Indragiri Hulu Telan Dua Korban Jiwa Anak-Anak

Banjir di Indragiri Hulu Telan Dua Korban Jiwa Anak-Anak (Foto : M Syukur)

Trubus.id -- Duka mendalam dirasakan dua kepala keluarga di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, akibat banjir yang sudah merendam kawasan itu sepekan belakangan. Air yang naik ke pemukiman karena luapan sungai ini menelan dua korban jiwa.

Paur Humas Polres Inhu, Bripka Misran menyebutkan, satu korban berusia 7 tahun bernama Dimas Febrianto. Sementara korban kedua masih berumur 11 bulan bernama Umaira Sari Maulidani.

"Kejadian dihari yang sama, lokasinya berbeda. ada faktor kelalaian dalam kejadian ini," kata Paur Humas Polres Inhu Bripka Misran dihubungi dari Kota Pekanbaru, Senin (12/11/2018) siang.

Baca Lainnya: 59 Desa Terendam, Indragiri Hulu Berstatus Tanggap Darurat Banjir

Dia menjelaskan, korban Dimas ditemukan tak bernyawa pada 10 November 2018 petang. Sebelum kejadian, korban bersama orang tua dan kakaknya yang tinggal di Kecamatan Rengat keluar dari rumah dan mendatangi sebuah jalan yang direndam banjir.

Lokasi itu, sejak banjir melanda, menjadi tempat bermain air oleh warga sekitar. Kala itu, korban diperingatkan agar tidak bermain ke tengah karena arusnya sangat deras. Sekitar pukul 17.00 WIB, kakak korban melihat ada orang yang terseret arus.

"Kakaknya ini tak mengira bahwa itu korban. Diapun pergi mencari orang tuanya dan menanyakan keberadaan korban tapi tidak ada," sebut Misran.

Pencarian lalu dilakukan bersama warga lainnya. 45 menit kemudian, korban ditemukan tersangkut batang pohon, lalu dibawa ke klinik terdekat hingga akhirnya dinyatakan tak bernyawa lagi.

"Korban sudah dimakamkan oleh keluarganya," ucap Misran.

Sementara korban kedua, Umaira, sebelum kejadian dititipkan kepada neneknya karena orang tuanya ingin pergi mandi. Sang nenek yang tengah menyetrika pakaian awalnya melihat korban bermain di depan televisi.

Baca Lainnya: Demi Masa Depan, Anak-Anak Indragiri Hulu Berjuang di Tengah Banjir

Korban akhirnya luput dari perhatian neneknya dan diduga turun ke luar rumah. Pencarian dilakukan bersama warga sekitar, hingga akhirnya korban ditemukan mengapung di air dengan ketinggian 50 centimeter.

"Korban sempat dibawa ke Puskesmas tapi tidak tertolong lagi," kata Misran.

Atas kejadian ini, Misran menghimbau masyarakat supaya mengawasi ketat anaknya selama banjir belum reda. Orang tua diminta tak membiarkan anak bermain di genangan air karena bisa berakibat fatal.

"Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua," imbuh Misran.  

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Waspada, Penggunaan Hand Sanitizer Jangan Berlebihan

Peristiwa   30 Mar 2020 - 13:05 WIB
Bagikan:          
Bagikan: