Proyek Dikebut, Normalisasi BKT Semarang Sudah Hampir Rampung

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
12 Nov 2018   07:00

Komentar
Proyek Dikebut, Normalisasi BKT Semarang Sudah Hampir Rampung

Sungai BKT Semarang. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana menyebutkan, progres pembangunan penampang Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Semarang sudah mencapai 90 persen.

"Penampang basah atau penampang sungai di BKT untuk paket 2 dan 3 sudah mencapai 90 persen," kata Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruziyatno di Semarang, Minggu (11/9) malam.

Normalisasi Sungai BKT Semarang terbagi atas tiga paket, mulai Jembatan Majapahit hingga muara yang dikerjakan kontraktor berbeda di bawah pengelolaan BBWS Pemali Juana.

Baca Lainnya : Cegah Banjir, 2 Sungai di Kota Medan Akan Segera Dinormalisasi

Untuk paket 2 dan 3, kata dia, pembangunan penampang sungai sudah hampir terselesaikan, tetapi untuk paket 1 masih terkendala adanya 97 hunian yang ada di kawasan muara.

"Paket 1 itu kan muara. Masih ada 97 hunian, ini kendalanya. Kami juga kebut pembangunan parapet sungai yang juga masih terkendala belum semua hunian di bantaran direlokasi," katanya.

Meski demikian, dia memastikan kesiapan untuk mengantisipasi debit air yang tinggi di Sungai BKT Semarang seiring dengan intensitas hujan yang semakin sering belakangan ini.

Baca Lainnya : Pemprov Jabar Siapkan Strategi Khusus Normalisasi Sungai Citarum

"Kami sudah persiapkan sejak lama. Makanya, penampang basahnya kami selesaikan dulu. Ya, dilakukan pula pengaturan air dalam sistem Dolog-Penggaron," kata Ruhban.

Berkaitan dengan pengaruh musim hujan dengan pengerjaan normalisasi Sungai BKT Semarang, ia mengakui memang ada pengaruhnya sehingga memerlukan percepatan.

"Kalau pengerjaannya tanah, pasti ada pengaruhnya kan. Ya, karena itu kami berharap hunian-hunian yang masih ada bisa segera direlokasi agar bisa kami kerjakan," katanya.

Baca Lainnya : Kompleksitas Banjir, Sanggupkah Normalisasi Tanpa Menggeser?

Selama ini, kata dia, tim terus melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang sudah direlokasi untuk segera dibangun seiring dengan percepatan penyelesaian normalisasi.

"Jadi, tim kami ini istilahnya kais-kais, begitu ada, misalnya tiga hunian relokasi, segera digali, pembetonan, pembersihan, dan cor. Kalau tidak begitu, tidak rampung," katanya.

Proyek normalisasi Sungai BKT awalnya ditargetkan rampung 2019, tetapi Kementerian PUPR memajukan target penyelesaian proyek tersebut menjadi akhir 2018. Saat ini, para pekerja terlihat terus mempercepat pengerjaan normalisasi dengan pembangunan penampang basah di alur sungai tahap pertama sepanjang 6,7 meter. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: