Tekan Penyakit Anjing Gila, Kementan Bagikan 1,5 Juta Vaksin Antirabies

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Nov 2018   17:30 WIB

Komentar
Tekan Penyakit Anjing Gila, Kementan Bagikan 1,5 Juta Vaksin Antirabies

Ilustrasi pemberian vaksin rabies pada anjing. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya menekan jumlah kasus peyebaran penyakit anjing gila atau rabies di Indonesia.

Seperti diketahui, penyakit rabies merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis) melalui gigitan hewan tertular, seperti anjing, kucing, kera, rakun, hingga kelelawar.

Tiga tahun belakangan ini, Kementan sudah berhasil mengeliminasi 12 pulau dari penyakit rabies. Pulau-pulau itu diantaranya adalah Kepulauan Riau (2015), Pulau Mentawai, Sumbar (2015), Pulau Enggano, Bengkulu (2015), Pulau Meranti, Riau (2015), Pulau Weh (2016), Pulau Pisang, Lampung (2016), Bangka Belitung (2017), NTB (2017), Pulau Tabuhan, Lampung (2018), Pulau Tarakan (2018), Pulau Nunukan (2018) dan Pulau Sebatik Provinsi Kaltara (2018).

Baca Lainnya : Sejak Tahun 2016 Hingga Kini, Sudah 4 Warga Riau Tewas Karena Virus Rabies

Daerah-daerah tersebut berhasil menyusul sejumlah wilayah yang telah bebas Rabies sebelumnya, yakni Jawa Timur (1997), Jawa Tengah (1997), DI Yogyakarta (1997) dan DKI Jakarta (2004).

kini, guna memperluas daerah yang sudah bebas rabies, Kementan telah menyiapkan 1,5 juta dosis vaksin antirabies untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

“Kami mengadakan 1,5 juta dosis vaksin antirabies dengan nilai sebesar Rp35 miliar. Itu kita prioritasan untuk provinsi yang tertular rabies. Sedangkan daerah yang sudah dinyatakan bebas rabies tetap harus menguatkan imunitasnya pada hewan beresiko agar kalau terjadi infeksi dari luar bisa kebal karena sdh mempunyai imunitas,” kata Ditjen PKH, I Ketut Diarmita melalui siaran pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Jumat (9/11).

Menurutnya, wilayah yang dinyatakan bebas rabies memiliki sejumlah keunggulan. Pertama, status kesehatan wilayah akan meningkat karena tidak ada angka kematian akibat penyakit tersebut. kedua, peningkatan status kekebalan anjing dan populasi anjing dalam suatu wilayah dipastikan terkendali.

Baca Lainnya : Kendalikan Rabies, Kementan Siapkan 1,5 Juta Dosis Vaksin Rabies

Ketiga, penghematan anggaran untuk pengendalian rabies pada hewan dan pembelian vaksin antirabies (VAR) bagi manusia. Keempat, status wilayah menjadi aman dan bebas rabies sehingga perdagangan, investasi, dan sektor pariwisata akan lebih maju. Hal ini berdampak positif pada peningkatan ekonomi.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk aktif mencegah rabies, sehingga hewan-hewan yang berpotensi menjadi sumber penyakit tersebut dikendalikan. Masyarakat juga semakin terdorong untuk berkomunikasi dengan aparat setempat untuk menindak mereka yang terkena penyakit ini, sehingga penyebarannya dapat dicegah.

Untuk itu Diarmita mengimbau agar daerah perbatasan atau wilayah pintu masuk baik pelabuhan maupun bandara meningkatkan kewaspadaan.

“Aparat di sana harus bersinergi dengan petugas bandara dan maskapai untuk mendeteksi dan memberi pelayanan kepada warga yang mengidap virus tersebut,” ungkapnya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Kementan Ungkap Alasan Harga Pupuk Bersubsidi Naik

Peristiwa   20 Jan 2021 - 09:13 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          

Masalah Subsidi Pupuk, Begini Solusi Pakar IPB

Peristiwa   19 Jan 2021 - 08:37 WIB
Bagikan: