Hadapi Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian, Ini Inovasi Kementan

TrubusNews
Astri Sofyanti
09 Nov 2018   18:00 WIB

Komentar
Hadapi Perubahan Iklim pada Sektor Pertanian, Ini Inovasi Kementan

Model irigasi hemat air yang dikembangkan Kementan RI. (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Fenomena perubahan iklim berdampak langsung terhadap sektor-sektor primer, salah satunya pada sektor pertanian. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memprediksi, peningkatan temperatur global rata-rata akan meningkat 1,1 hingga 6,4 0 C pada 1990 dan 2100. 

Dampak dari pemanasan global (Global warming) ini tentunya akan mempengaruhi pola presipitasi, evaporasi, water run-off, kelembaban tanah dan variasi iklim yang sangat fluktuatif, yang secara keseluruhan dapat mengancam keberhasilan produksi pangan.

Baca Lainnya : Kementan Luncurkan Vaksin Anti Flu Burung Jenis Baru untuk Ayam Petelur

Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Hortikultura telah melakukan berbagai upaya adaptasi dan mitigasi untuk meminimalkan dampak perubahan iklim. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto mengatakan, salah satu kunci penting keberhasilan adaptasi dan mitigasi iklim adalah rekayasa ketersediaan air.

"Bagaimana mengelola air saat berlimpah atau sebaliknya saat kekurangan air, sangat menentukan keberhasilan budidaya,” kata Prihasto, melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id, Kamis (8/11).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, Ditjen Hortikultura telah mengembangkan model irigasi hemat air melalui teknologi sprinkle dan irigasi tetes (drip irrigation). Embung reservoir dibangun di sentra-sentra produksi untuk menampung air di musim penghujan. Saat musim hujan, lahan-lahan kering terlantar didorong untuk dioptimalkan pemanfaatannya.

Selain itu, Kementerian Pertanian menganjurkan penggunaan pupuk organik dalam jumlah cukup. Pupuk asal bahan organik terbukti mampu meningkatkan kemampuan tanah mengikat air. Seluruh limbah panen dianjurkan untuk dikembalikan ke tanah sebagai bahan kompos. 

Baca Lainnya : Berdayakan Pertanian di Lahan Kering, Kementan Kembangkan Padi Jenis Ini

Pemupukan disarankan tepat dosis dan tepat sasaran ke bagian tanaman menggunakan sistem deep placement Sementara pada model pertanian kota (urban farming), didorong pengembangan biopori untuk meningkatkan penyerapan air.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: