BPOM Akan Tindak Tegas IRT yang Gunakan Zat Berbahaya pada Makanan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
09 Nov 2018   12:00

Komentar
BPOM Akan Tindak Tegas IRT yang Gunakan Zat Berbahaya pada Makanan

Ilustrasi jajanan mengandung zat berbahaya. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatra Barat, akan menindak tegas pemilik Industri Rumah Tangga (IRT) yang menggunakan zat berbahaya pada adonan makanan produksi mereka. Langkah ini diambil mengingat bahaya penggunaan zat berbahaya pada makanan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

“Zat-zat berbahaya yang terkandung di dalam makanan seperti boraks, formalin, pewarna, beberapa tahun setelahnya akan mengidap penyakit kanker yang bisa berujung pada kematian," tegas Kepala BBPOM Sumbar, Martin Suhendri di Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumbar, Jumat (9/11).

Baca Lainnya : BBPOM Surabaya, Temukan Makanan Mengandung Zat Berbahaya di Swalayan

Berdasarkan hasil pengawasan pada sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar, BBPOM masih saja menemukan makanan siap saji produksi industri rumah tangga yang mengadung zat berbahaya tersebut.

Padahal selama ini BBPOM selalu memberikan sosialisasi dan pengawasan kepada para pelaku usaha makanan untuk tetap memperhatikan kualitas dan tidak menggunakan zat-zat berbahaya, tapi masih saja ditemukan.

Melihat kondisi ini, BBPOM dituntut untuk meningkatkan kesadaran pemilik IRT, termasuk masyarakat agar cerdas dalam berbelanja dengan mengetahui ciri-ciri makanan yang mengandung zat berbahaya. Ciri-ciri itu diantaranya makanan lebih kenyal, tidak dihinggapi lalat, dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Sub Direktorat Ekspor Impor dan Iklan Pangan Badan POM, Neni Yuliza menambahkan, masyarakat harus mengenal makanan dan obat-obatan yang mengandung zat berbahaya.

Baca Lainnya : Cegah Makanan Mengandung Boraks, BBPOM Manado Sertifikasi Perusahaan Pangan

Menurutnya, masyarakat harus pintar memilih makanan yang akan dibeli, jika masyarakat sudah cerdas tidak akan mau membeli olahan makanan yang mengandung zat berbahaya itu.

"Jika tidak ada konsumen yang beli, maka pemilik industri rumah tangga tidak akan memproduksinya lagi," katanya.

Ia menambahkan sosialisasi ini dilakukan untuk memberi pencerdasan kepada masyarakat agar mengetahui pentingnya memakan makanan yang sehat serta tidak mengandung zat berbahaya. [RN]

 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: