Kisruh Soal Jagung Impor, Begini Penjelasan Mentan

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
08 Nov 2018   13:00

Komentar
Kisruh Soal Jagung Impor, Begini Penjelasan Mentan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Foto : Trubusid/Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Terkait kisruh kebijakan impor jagung yang dilakukan pemerintah di tengah surplus jagung tahun 2018, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan impor yang akan dibuka hanya berkisar 50.000 ton hingga 10.0000 ton, atau jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang terjadi pada 2014 sampai 2016 lalu.

"Pada 2014 impor jagung kita 3,5 juta ton atau setara dengan Rp10 triliun. Waktu itu impor biasa-biasa saja tidak ada gaduh padahal impor 3,5 juta ton," tegas Amran saat ditemui di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/11).

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada 2015 impor mengalami penurunan sekitar 1 juta jadi hanya 2 juta ton, pada 2016 turun lagi jadi 900 ribu ton. Sedangkan 2017 kita tidak ada impor jagung. Sementara pada 2018 Indonesia ekspor 370 ribu ton. Menurut Amran, data tersebut tak hanya ada di BPS tapi juga ada di Bea Cukai.

Baca Lainnya : Menko Darmin : Impor Jagung Atas Rekomendasi Kementan

"Ekspor terjadi sampai dengan hari ini," sambungnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, Amerika Serika dan Argentina merupakan negara yang mendatangkan jagung impor ke tanahair. Selain itu, Mentan menyinggung munculnya pertanyaan mengapa harus impor jagung 50.000 hingga 100.000 ton, jika Indonesia bisa ekspor dan produksi jagung masih dinyatakan surplus 13 juta ton. 

Amran menyayangkan hal yang menjadi dipertanyakan, kalau 50.000 atau 100.000 impor, ini artinya kita masih surplus kan. Masih berprestasi petani kita, tolong harga petani Indonesia. "Kalau tidak mau hargai saya, enggak masalah, tapi hargai saudara-saudara kita (petani) yang sudah memproduksi," tegasnya lagi.

"Nah impor sebesar 50.000 ton ini tidak ada artinya. Sangat kecil, ini hanya sebagai alat kontrol saja. Untuk stabilitas harga. Nanti disimpan Bulog. Kalau harga turun tidak akan keluar. Sebentar lagi kita panen raya," ungkap Amran. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: