Menkes: Banyak Ancaman Kesehatan, Indonesia Harus Bersiaga

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Nov 2018   16:00

Komentar
Menkes: Banyak Ancaman Kesehatan, Indonesia Harus Bersiaga

Menteri Kesehatan Nila Moeloek (Foto : Trubus.id / Astri Sofyanti)

Trubus.id -- Saat ini banyak hal yang dapat mendekatkan manusia pada risiko ancaman kesehatan. Mulai dari perilaku manusia menggunakan pestisida dan anti mikroba secara berlebihan yang mengakibatkan resistensi antibiotika. Selain itu ada pula penyakit yang bersumber dari binatang (zoonosis) yang berpotensi menular kepada manusia, penyakit yang merebak di suatu negara dan berpotensi menulari negara sekitarnya, bahkan hingga masalah kesehatan lainnya yang dapat ditimbulkan akibat perubahan iklim, bencana alam, serta dampak penggunaan bahan kimia. 

Melihat kondisi ini, maka perlu adanya perhatian tidak hanya pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, namun juga keterlibatan lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya.

“Banyak sekali (ancaman kesehatan) yang harus diwaspadai,” demikian disampaikan Menteri Kesehatan melalui Siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima Trubus.id, di Jakarta, Rabu (7/11).

Baca Lainnya : Menkes: Prevelensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia Meningkat

Lebih lanjut Nila menyebutkan, Indonesia masih menemukan masalah kesehatan berupa neglected disease (seperti kusta, frambusia dan cacingan), masalah penyakit menular (seperti tuberculosis juga malaria yang ditularkan vector nyamuk) dan penyakit tidak menular juga semakin meningkat. 

Belum lagi penyakit baru atau new emerging disease (seperti MERS-CoV atau Zika) yang belum ada di Indonesia, di samping itu kita juga harus mencegah penyakit yang pernah ada dan saat ini sudah tidak menjadi masalah kesehatan jangan sampai menjadi re-emerging disease.

Secretary General Ministry of Health of Italy, selaku Chair of Steering Commitee GHSA, Giuseppe Ruocco menyatakan, biasanya di tingkat global, ancaman kesehatan yang paling dikhawatirkan oleh negara-negara di tingkat global adalah penyakit-penyakit baru atau new emerging diseases. Karena kita perlu mencari faktor risikonya, memahami cara penularannya, menyiagakan early warning system, serta menyiapkan laboratorium untuk deteksi dini.

Baca Lainnya : Musim Hujan, Risma Targetkan Tak Ada Penyakit DBD di Surabaya

“Terhadap sesuatu yang baru itu, kita semua harus tetap siap siaga,” papar Giuseppe Ruocco.

Setelah penyakit baru, maka selanjutnya yang menjadi ancaman adalah re-emerging disease, dan yang terakhir adalah perubahan iklim. Perubahan iklim sangat berpengaruh sebab mempengaruhi pola perkembangbiakan nyamuk sebagai vektor penyakit.

“Banyaknya potensi ancaman kesehatan masyarakat, membuat negara-negara memiliki pandangan yang sama akan kebutuhan terhadap global health security,” ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: