Tanah Terbelah Terjadi di Banjarnegara dan Terus Bertambah

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
07 Nov 2018   13:00

Komentar
Tanah Terbelah Terjadi di Banjarnegara dan Terus Bertambah

Tanah yang terbelah (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Warga yang tinggal di Desa Danareja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dikejutkan dengan fenomena retakan tanah di wilayahnya. Retakan tanah sepanjang 300 meter dengan kedalaman sekitar dua sampai tiga meter ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) setempat mewaspadai adanya potensi bencana longsor.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, mengungkapkan, retakan tanah itu terdeteksi di RT 01/RW III Danareja sejak beberapa hari lalu. 

"Retakan tanah muncul saat wilayah itu hujan lebat, lalu muncul spot-spot retakan di beberapa lokasi," beber Andry di Banjarnegara, Rabu (7/11).

Menurutnya hingga hari ini, jumlah retakan pun terus bertambah dengan kedalaman bervariasi. Menurut pendataannya, satu rumah warga mengalami kerusakan, meski tidak terlalu parah.

Baca Lainnya: Ngeri, Tanah Terbelah dan Keluarkan Asap Panas di Sumba Barat Daya

Pihaknya mengaku retakan tanah itu cukup aneh lantaran terjadi di wilayah Banjarnegara yang bukan perbukitan. Meski begitu, potensi terjadinya longsor bisa saja terjadi mengingat rekahan tanah menjadi salah satu sebab longsor yang kerap terjadi di Banjarnegara.

"Longsor kan bisa terjadi dengan sudut vertikal maupun horisontal. Makanya kita tetap siaga, " tambahnya.

Untuk itu, BPBD Banjarnegara memberikan sosialisasi kepada warga agar tetap waspada dan selalu berhati-hati. 

Basa Lainnya: Fenomena Tanah Terbelah di Depok, Warga Sekitar Ketakutan

Ia juga meminta warga untuk sedini mungkin menutupi rekahan tanah itu dengan pasir agar tidak menimbulkan rekahan baru.

"Masyarakat kami imbau untuk tidak panik dan terus bergotong-royong menutupi rekahan. Agar kalau hujan lebat rekahan itu tidak dimasuki aliran air," ucapnya.

Saat ini BPBD juga telah berkoordinasi dengan tim geologi untuk mengkaji adanya rekahan tanah di Desa Danareja. 

“Sebisa mungkin tim geologi bisa memberikan rekomendasi menyeluruh hasil kajian agar warga bisa lebih tenang,” ungkapnya.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: