Kapolri Ajak Masyarakat Perangi Perdagangan Satwa Dilindungi Via Aplikasi

TrubusNews
Syahroni | Followers 2
06 Nov 2018   19:15

Komentar
Kapolri Ajak Masyarakat Perangi Perdagangan Satwa Dilindungi Via Aplikasi

Bareskrim Polri luncurkan E-Pelaporan Satwa Dilindungi. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Hari Cipta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) diperingati setiap tanggal 5 November. Dalam peringatan HCPSN tahun ini, berbagai kalangan sepakat untuk meluncurkan kampanye "Stop Perdagangan Ilegal Satwa Liar Dilindungi". 

Seperti diketahui, kawasan Asia merupakan pusat perdagangan beragam satwa liar yang dilindungi secara global sebagai sumber, jalur transit dan pasar penjualan satwa liar terancam punah dan berharga tinggi. Bisnis haram ini tentunya mengancam keberlangsungan satwa-satwa dilindungi. 

Baca Lainnya : Polres Jember Bongkar Perdagangan Satwa Langka Lewat Sosial Media

Untuk itulah, kampanye ini diluncurkan. Tujuannya agar tingkat perdagangan satwa liar yang dilindungi dapat ditekan dengan cara meningkatkan partisipasi publik. Caranya dalam melaporkan dugaan tindak pidana perdagangan satwa liar dilindungi kepada Bareskrim Polri secara online melalui aplikasi e-Pelaporan Satwa Dilindungi melalui gawai. 

"Saya mengimbau publik untuk ikut membantu melaporkan melalui aplikasi e-Pelaporan Satwa Dilindungi, jika mengetahui adanya perdagangan satwa liar yang terjadi baik secara online maupun offline," ujar Kapolri, Jenderal Tito Karnavian belum lama ini.

Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati dari satwa endemik tertinggi di dunia, yang menjadikan negara ini sebagai sumber dan tempat tujuan perdagangan satwa liar. WWF-Indonesia menemukan fakta, 85 persen satwa liar yang diperdagangkan berasal dari alam dan hasil perburuan liar.

Baca Lainnya : Atlet Asian Para Games Ajak Warga Lindungi Satwa Liar yang Menginspirasi Mereka

“Indonesia diberkahi dengan kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, termasuk satwa endemik tertinggi di dunia. Tapi perburuan dan perdagangan satwa liar membuat hutan kita makin sunyi. Sayangnya, Indonesia adalah sumber dan pasar dalam rantai perdagangan ilegal satwa liar, yang berdampak pada keberlangsungan berbagai spesies kunci di alam serta keseimbangan ekosistem,” ujar Rizal Malik, CEO WWF-Indonesia.

Untuk itu, perlu ada kerja sama berbagai pihak untuk berkomitmen mengambil langkah tegas dalam menghentikan perdagangan satwa liar dilindungi. Publik diharapkan secara aktif melaporkan kejahatan dan perdagangan satwa liar kepada pihak berwenang secara langsung ataupun melalui aplikasi e-Pelaporan Satwa Dilindungi yang dikelola oleh Bareksrim Polri. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: