Dalam 4 Hari, Mamasa Diguncang Gempa Sebanyak 67 Kali

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
06 Nov 2018   21:30

Komentar
Dalam 4 Hari, Mamasa Diguncang Gempa Sebanyak 67 Kali

Mamasa, Sulawesi Barat (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- BMKG Pusat gempa Regional IV Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat, sejak sabtu 3 November hingga Selasa (6/11) sebanyak 67 kali gempa melanda wilayah Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

"Jadi, gempa di Mamasa sudah teramati sejak Sabtu dan hingga Selasa ini sudah terjadi 67 kali gempa," ujar Staf BMKG Pusat Gempa Regional Wilayah IV Makassar, Indah Kurniawati.

Dikatakannya, terdapat 10 gempa yang berpusat di wilayah Kabupaten Mamasa, Sulbar yang dirasakan hingga ke kabupaten lainnya di Sulbar dan Sulsel.

"Gempa-gempa ini terjadi di Kabupaten Mamasa, termasuk yang terjadi pada Selasa dinihari dengan kekuatan 5,5 magnitudo, juga dirasakan masyarakat di wilayah Sulsel, yakni di Kabupaten Tana Toraja dan Palopo. Getaran gempa itu juga terasa di wilayah Sulbar lainnya, yakni di Kabupaten Majene, Polewali Mandar dan Mamuju," ujar Indah.

Baca Lainnya : Gempa Berkekuatan M=5,5 Guncang Mamasa, Warga Berhambuan ke Luar Rumah

Sementara itu, Prakirawan BMKG Majene, Arman mengungkapkan, pada hari ini sudah tiga kali terjadi gempa susulan di Kabupaten Mamasa. Pascagempa berkekuatan 5,5 SR pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.35 Wita, disusul gempa pada pukul 11.18 Wita berkekuatan 4,6 SR dengan pusat gempa berada di darat enam kilometer Tenggara Mamasa.

"Gempa terbaru hari ini, yakni pada pukul 12.51 Wita dengan kekuatan 3,3 SR di arah 22 kilometer Tenggara Mamasa dengan kedalaman 10 kilometer," kata Arman.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta tidak percaya dengan adanya informasi yang menyebutkan bahwa gempa di Mamasa sama dengan gempa Palu Sulawesi Tengah dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami mengimbau masyarakat agar tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan sebab kita tidak bisa memprediksi kapan akan terjadi gempa susulan," katanya.

Baca Lainnya : Gempa Magnitudo 5,9 Kembali Guncang Jepang

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mamasa, Asri Thomas mengungkapkan, gempa yang terjadi pada Selasa dini hari dengan kekuatan 5,5 SR menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami retak.

"Memang, ada rumah-rumah warga yang retak tetapi tidak terlalu parah. Hanya saja, masyarakat sangat panik sebab guncangan gempa yang terjadi pada Selasa dini hari itu sangat keras," ujar Asri.

Walaupun tidak menimbulkan kerusakan signifikan, namun aktivitas perkantoran dan belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Mamasa terganggu.

"Tentu terganggu karena masyarakat panik dan sebagian besar mengungsi. Pemerintah kabupaten sendiri sudah mengumumkan bahwa aktivitas belajar mengajar di sekolah hari ini diliburkan. Kami berharap, tidak ada lagi gempa susulan sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," ujarnya. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: