Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas dalam Agenda Pembangunan Nasional

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Nov 2018   12:30

Komentar
Kesehatan Masyarakat Jadi Prioritas dalam Agenda Pembangunan Nasional

Menkes Nila Moeloek (kiri), Menko PMK Puan Maharani tengah membuka pertemuan tingkat menteri GHSA di Nusa Dua Bali (Foto : Dok. Humas Kementerian Kesehatan)

Trubus.id -- Perkembangan pembangunan, teknologi, infrastruktur dan transportasi akan memudahkan akses dan mobilitas masyarakat untuk dapat berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Kemajuan tersebut membawa dampak, bukan hanya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi juga membawa implikasi terhadap peningkatan risiko ancaman kesehatan masyarakat.

“Indonesia selalu memprioritaskan kesehatan di dalam agenda pembangunan nasional. Kesehatan merupakan pilar penting dalam pengembangan ketahanan nasional,” demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani, saat membuka pertemuan tingkat Menteri The 5th Global Health Security Agenda (GHSA) di Nusa Dua, Bali, Selasa (6/11).

Baca Lainnya : Meski Bangunannya Rusak, Pelayanan Kesehatan di Sulteng Tetap Berjalan

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya pendekatan multisektoral dalam memperkuat kapasitas nasional, regional, hingga global melalui kerja sama antar negara. Terutama dengan mengadvokasi peran dan partisipasi pemerintah, bersama sektor swasta, dan organisasi sosial.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan RI (Menkes) Nila Farid Moeloek mengungkapkan, di tingkat global, tidak ada satupun negara yang bebas dari ancaman permasalahan kesehatan, terlebih dengan adanya perubahan secara berkelanjutan yang mengharuskan setiap negara lebih proaktif dan adaptif untuk menghadapi tantangan kesehatan global di masa depan.

“Seiring berjalannya waktu, dinamika dan interaksi berbagai faktor sangat mempengaruhi, misalnya mobilitas tinggi yang dihasilkan dari peningkatan transportasi, pariwisata dan ekonomi,” kata Menkes Nila Moeloek melalui siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima Trubus.id di Jakarta, Selasa (6/11).

Selain itu, Nilla menambahkan, perubahan iklim penggunaan pestisida dan antibiotika yang berlebihan ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat juga dapat memperburuk ancaman terhadap kesehatan global.

Baca Lainnya : Pascabencana, Puluhan Pusat Pelayanan Kesehatan di Sulteng Telah Beroperasi

Untuk itu, penyelenggaraan pertemuan tingkat menteri GHSA ke-5 dinilai sangat tepat dan penting guna membahas upaya penguatan kapasitas negara. Hal tersebut sangat penting guna mencegah risiko permasalahan kesehatan yang berpotensi terjadi di masa depan,dan berkaitan dengan keamanan kesehatan global.

GHSA sendiri merupakan inisiatif bersama dari negara-negara yang menginginkan dunia menjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi munculnya emerging infectious disease outbreaks (penyakit infeksi menular baru) dan ancaman kesehatan masyarakat lainnya, seperti bahaya nuklir, kimia dan radioaktif.

Baca Lainnya : Kesadaran Akan Pentingnya Pangan Bagi Kesehatan di Indonesia Masih Minim

Strategi kerja sama dalam GHSA difokuskan pada upaya penguatan kapasitas nasional setiap negara, khususnya dalam melakukan pencegahan, deteksi dan penanggulangan penyebaran penyakit. Sejak diluncurkan pada tahun 2014, GHSA telah mencapai kemajuan yang signifikan. Hingga saat ini telah tercatat sebanyak 65 negara menjadi anggota GHSA.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia menjadi penyelenggara pertemuan tingkat menteri GHSA yang kelima di Nusa Dua Bali ini, karena menandai tonggak penting dalam sejarah dalam konteks upaya Indonesia untuk mempromosikan serta mewujudkan keamanan kesehatan global,” ungkap Menkes. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: