Tergolong Satwa Langka, BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan Elang Ular Bido

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
06 Nov 2018   10:30

Komentar
Tergolong Satwa Langka, BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan Elang Ular Bido

Elang ular bido (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta melepasliarkan dua elang ular bido yang sebelumnya dipelihara oleh warga. BKSDA melepasliarkan elang ular bido milik warga karena termasuk hewan jenis langka dan dilindungi, terlebih keberadaannya di habitat semakin terancam.

Sebelum dilepasliarkan, dua ekor elang ular bido ini berada di Stasiun Flora Fauna, Taman Hutan Raya Bunder, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

"Kami mendapatkan elang tersebut dari masyarakat, lalu diperiksa oleh dokter hewan apakah terkena penyakit, atau ada cacat fisik, yang dilepas jantan dan betina" terang Kepala Konservasi Wilayah 2 BKSDA Bantul dan Gunung Kidul Kuncoro di Gunung Kidul, Selasa (6/11).

Baca Lainnya : Jual Burung Elang dan Kakatua, Pemuda Bantul Dijebloskan ke Penjara

Kuncoro mengatakan, sebelum dilepasliarkan ke alam, kedua ekor elang tersebut dilatih selama dua tahun. dalam pelatihannya, dua ekor elang ini dilatih mencari makan sendiri, karena selama ini keduanya hidup di dalam kandang.

"Setelah mendapatkan perawatan dari dokter hewan, elang tersebut di pelihara di kandang yang berukuran kecil setelah itu baru dikandangkan di kandang yang besar yang bertujuan untuk melatih insting memburu satwa itu," sambungnya.

Sebagai informasi, saat ini yang sebanyak 18 ekor elang berbagai jenis seperti elang brontok, elang hitam, elang laut, elang alap jambul, dan sikep madu masih berada di Stasiun Flora Fauna, Taman Hutan Raya Bunder.

Baca Lainnya : Unalaska, Kota yang Dipenuhi Populasi Burung Elang

Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak memburu lagi burung-burung yang dilindungi, seperti burung elang yang dilepas kali ini. Pihakya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar perburuan hewan dilindungi tidak lagi dilakukan.

Sementara itu, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Yogyakarta Andie Chandra Herwanto mengatakan, populasi baru akan inventaris raptor di DIY fokusnya di Gunung Kidul dan Kulon Progo.

"Output dari kegiatan itu sekalian kami melihat habitat asli burung tersebut, lokasi mana yang paling pas untuk rilis burung elang," ujarnya. [NN/SN]
 

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

DBD Mulai Hantui Warga Jatim

Binsar Marulitua   Peristiwa
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: