Sukses Turunkan API, Kabupaten Biak Kini Kejar Target 2019 Bebas Malaria

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2018   20:30 WIB

Komentar
Sukses Turunkan API, Kabupaten Biak Kini Kejar Target 2019 Bebas Malaria

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak, Papua menargetkan wilayahnya bebas malaria tahun 2019 mendatang. Target ini mencuat usai Dinas Kesehatan Kabupaten Biak sukses menurunkan Annual Parasite Incidence (API) atau angka penderita malaria di Biak sebesar 2,8 persen dari 29 kabupaten yang ada di Provinsi Papua.

"Jajaran Dinkes Biak Numfor terus meningkatkan pelayanan serta berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mencapai target eliminasi malaria pada 2019," terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Biak, Ruslan Epid di Biak, Papua, Senin (5/11).

Baca Lainnya : Kemenkes Targetkan, Tahun 2020 Indonesia Bebas Penyebaran Malaria

Menurutnya, API malaria di Kabupaten Biak Numfor turun secara signifikan dalam lima tahun terakhir. Ia merinci, API malaria Biak pada tahun 2014 terdata sebesar 34 persen, sementara di tahun 2015 turun menjadi 31 persen, tahun 2016 sebesar 10,6 persen dan tahun 2017 API juga turun menjadi 7,6 persen.

"Pada 2018 ini, API Biak turun lagi menjadi 2,8 persen per 1.000 penduduk, angka ini akan diturunkan lagi hingga 2019 Biak bebas penyakit malaria," tambahnya.

Keberhasilan Kabupaten Biak Numfor dalam menekan angka kesakitan malaria terjadi, menurut Ruslan, karena Dinkes telah melengkapi 21 Puskesmass dengan mikroskop pemeriksa malaria serta adanya program pemberian kelambu insektisida.

Baca Lainnya : Bantuan Kelambu Terlambat Datang, Malaria Masih Intai Warga Asmat

Lebih lanjut pihaknya mengatakan, upaya lain untuk menekan API malaria adalah dengan meningkatkan pengawasan pemberian obat kepada penderita serta mengencarkan gerakan hidup sehat dan bersih di lingkungan keluarga.

"Dinas Kesehatan Biak juga sudah bekerja sama dengan kantor kesehatan pelabuhan agar lebih memperketat pengawasan lalu lintas penumpang yang masuk melalui pintu pelabuhan serta bandara," paparnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua, sebanyak lima kabupaten/kota terbesar API malaria mencapai 67 persen, yang meliputi Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Timika, Sarmi dan Kabupaten Boven Digoel. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: