Dinas Peternakan Boyolali Kembangkan Aplikasi Simapi

TrubusNews
Astri Sofyanti
05 Nov 2018   18:00 WIB

Komentar
Dinas Peternakan Boyolali Kembangkan Aplikasi Simapi

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Siapa yang tak tahu Kabupaten Boyolali? Yah, salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah ini sudah sejak lama dijuluki sebagai sentra penghasil susu sapi terbesar di Jawa Tengah. Bahkan pada era penjajahan Belanda, Boyolali juga sempat disebut 'New Zeland of Java' karena dinilai memiliki potensi sapi terbaik layaknya New Zealand.

Karena dijuluki sebagai sentra produksi susu sapi terbesar di Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) pun terus berinovasi mengembangkan peternakan sapi di wilayah ini. Salah satu caranya dengan menciptakan aplikasi yang dapat melihat data riwayat sapi-sapi milik peternak.

Belum lama ini, Pemerintah Kabupatan (pemkab) Boyolali juga meluncurkan aplikasi Simapi. Simapi adalah sebuah sistem informasi monitoring menggunakan eartag QR code yang dipasang di telinga sapi.

Baca Lainnya : 43 Ekor Sapi Belgian Blue Sudah Berhasil Dilahirkan di Indonesia

Simapi ini mempunyai semua data riwayat sapi ternak, mula dari lahir bahkan sapi-sapi di Boyolali sudah terdata. Bahkan riwayat vaksinasi sampai kepemilikan sapi juga terdata di aplikasi tersebut.

Aplikasi Simapi yang dikembangkan Pemkot Boyolali ini turut menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika Boylali. Melalui aplikasi Simapi, peternak bisa mengetahui informasi seputar hewan ternaknya dengan cara memindai QR code yang ditempelkan di telinga sapi. Untuk memindainya, peternak menggunakan aplikasi QR code reader yang diunduh melalui ponsel pintar.

“Sesuai memindai menggunakan QR code, peternak bisa langsung melihat riwayat sapi tersebut mulai dari kapan lahirnya, berapa beratnya, hingga data vaksinasinya juga bisa diketahui,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Juwaris, dilansir dari Detik.com, Senin (5/11).

Lebih lanjut dikatakan Juwaris, aplikasi ini sudah diuji coba ke sejumlah peternak sapi perah yang ada di Boyolali.

Baca Lainnya : Boyolali Sukses Jadi Penghasil Susu Terbesar di Jawa Tengah

"Sepanjang peternaknya menghubungi petugas kalau sakit, pengobatan yang dilakukan selalu ditulis disitu (Simapi). Sehingga kami ingin menjamin sapi yang pakai QR Code itu aman," paparnya lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Boyolali, Afiany Rifdania, mengatakan, untuk tahap awal, sistem ini akan diaplikasikan kepada 5.000 ekor sapi perah di dua kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali.

Pemasarang Eartag ini diujicoba oleh Dinas Peternakan di dua kecamatan yakni Desa Banyuanyar, Kecamatan Ampel dan Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo. Sebelum melakukan pemasangan eartag pada sapi-sapi, petugas Dinas Peternakan mewawancarai peternak untuk mengetahui riwayat sapi mereka. Hasil wawancara ini dicatat sebagai data sapi bersangkutan. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: