Menteri LHK Ajak Warga Tanam 25 Pohon Seumur Hidupnya

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Nov 2018   22:00 WIB

Komentar
Menteri LHK Ajak Warga Tanam 25 Pohon Seumur Hidupnya

Menteri LHK sosialisasi satu orang tanamn 25 pohon seumur hidupnya. (Foto : Dok KLHK)

Trubus.id -- Guna melakukan upaya penyelamatan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengajak masyarakat Kabupaten Cianjur untuk menanam 25 pohon seumur hidupnya.

"Kita berada di hulu DAS Citarum, tepatnya Sub DAS Cisokan, Sub DAS Cikundul dan Sub DAS Cibalagung, di mana aliran sungai akan tertampung di Waduk Cirata. Oleh karena itu, perlu dijaga keberadaan dan fungsinya," tutur Siti saat melakukan sosialisasi penanaman 25 pohon selama hidup dalam rangka pengendalian kerusakan DAS Citarum di Desa Wangun Jaya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, baru-baru ini.

Dikatakan Siti, luas lahan kritis di Indonesia saat ini mencapai 14 juta hektare. Dan, salah satu upaya untuk mengurangi dampak tersebut dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan, utamanya berupa penamanan pohon serta pembuatan bangunan-bangunan teknis pencegah erosi dan sedimentasi.

Baca Lainnya : Jabar Siapkan 3 Langkah Revitalisasi Sungai Ciliwung

Upaya penanaman ini, menurut Menteri Siti, dapat berhasil bila dilakukan secara tepat dalam perencanaan, pemilihan jenis, pembibitan, waktu penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan.

Selain itu, Siti Nurbaya juga menekankan pentingnya aksi penyelamatan DAS Citarum di wilayah Cianjur bagi kota Jakarta dan Indonesia. Bagaimanapun, hulu DAS berperan penting untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor.

"Dengan menanam 25 pohon seumur hidup, kita dapat membangun hutan di rumah kita. Mari kita tanami sebanyak-banyaknya. Jadikan DAS sebagai rumah kita," tuturnya.

Guna mencegah kerusakan DAS, Siti mengimbau seluruh pihak agar memanfaatkan Sumber Daya Alam (SDA) di DAS dengan baik dan mempertimbangkan berbagai kepentingan dalam pengelolaannya.

Baca Lainnya : Revitalisasi Pemukiman di Bantaran Sungai Ciliwung Harus Segera Dilakukan

"Ada untuk keperluan menjaga hulu dan menahan erosi. Di bagian bawahnya, ada untuk keperluan kehidupan masyarakat, terutama di bagian tegakan hutan yang sudah tipis, bisa digunakan untuk akses perhutanan sosial," jelasnya.

Gerakan menanam 25 pohon seumur hidup diterbitkan melalui Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017. Dalam instruksi tersebut, masyarakat diwajibkan untuk menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 pohon selama hidup, sejak masa sekolah hingga menikah.

"Dalam rangka mengendalikan erosi dan lingkungan, kami mohon dukungan kepala desa, masyarakat dan komunitas untuk memotivasi serta mengajak bersama-sama seluruh warga desa. Sehingga, gerakan penyelamatan dan pemulihan dapat terus menular antar warga," tutup Siti Nurbaya. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: