Pemerintah Minta Rekomendasi Impor Jagung dari Kementan untuk Peternak Mandiri

TrubusNews
Astri Sofyanti
04 Nov 2018   16:00 WIB

Komentar
Pemerintah Minta Rekomendasi Impor Jagung dari Kementan untuk Peternak Mandiri

Petani jagung (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengungkapkan jika pemerintah telah memerintahkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk mengelurkan rekomendasi impor jagung pakan ternak sebanyak 100.000 ton.

Juga menugaskan Perum Bulog untuk melakukan impor jagung guna menjaga kebutuhan para peternak mandiri. Hal tersebut diputuskan usai pemerintah melangsungkan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id pada Minggu (4/11), produksi jagung nasional pada tahun 2018 mengalami surplus sebanyak 12,98 juta ton PK. Bahkan telah melakukan ekspor ke Filipina dan Malaysia sebanyak 372.990 ton.

Baca Lainnya : Tak Perlu Impor 100.000 Ton, Produksi Jagung Nasional Surplus

Kelebihan produksi jagung diperoleh setelah menghitung perkiraan produksi 2018 dikurangi proyeksi kebutuhan jagung nasional. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa pakan ternak yang naik beberapa waktu lalu diakibatkan melesetnya data produksi.

Data Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Ditjen TP) Kementan, produksi jagung dalam 5 tahun terakhir meningkat 12,49 persen per tahun. Pada tahun 2018, produksi jagung mencapai 30 juta ton pipilan kering (PK). Didukung oleh data luas panen per tahun yang meningkat 11,06 persen serta produktivitas rata-rata yang meningkat 1,42 persen.

Baca Lainnya : Stok Jagung Terbatas, Pengusaha Ternak Beralih Impor Gandum 

Diperkirakan, ketersediaan produksi jagung pada November 2018 mencapai 1,51 juta ton dengan luas panen 282.381 hektare. Pada Desember, diperkirakan mencapai 53 juta ton dengan luas panen 285.993 hektare yang tersebar di sentra produksi Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Gorontolo, Lampung dan provinsi lainnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, kebutuhan jagung tahun 2018 diperkirakan sebesar 15, 5 juta ton PK. Terdiri dari 77,6 juta ton PK untuk pakan ternak, peternak mandiri 2,52 juta ton PK, sebanyak 120 ribu ton PK untuk benih dan industri pangan 4,76 juta ton PK.

Di Indonesia bagian Barat, panen terjadi pada Januari hingga Maret, mencakup 37 persen dari produksi nasional. Sedangkan di wilayah Indonesia Timur, panen akan dimulai sejak April hingga Mei. [DF]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: