Musim Hujan, Risma Targetkan Tak Ada Penyakit DBD di Surabaya

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
02 Nov 2018   11:30

Komentar
Musim Hujan, Risma Targetkan Tak Ada Penyakit DBD di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Mendekati musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya giat melakukan upaya memberantas sarang nyamuk yang menjadi penyebab datangnya penyakit Demam Berdarah (DBD).

Ajakan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Lapangan Gedung Islamic Center Surabaya. Bahkan, Risma juga melakukan tinjauan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga di Putat Jaya.

“Saya berharap kita bisa menurunkan (DBD). Setiap tahun turun sih, cuma saya kepinginnya tidak ada. Kadang ada botol, bekas gelas pecah, nah itu sering kemudian jadi tampungan air. Di situlah dia biasanya bertelur,” ujar Risma saat meninjau langsung.

Baca Lainnya : Berantas DBD, Jogjakarta Gandeng Monash University

Mengingat faktor kebersihan juga menjadi kunci dalam mengurangi penyebaran DBD, Risma menghimbau kepada masyarakat agar lebih teliti lagi dalam membersihkan tempat-tempat yang bisa digunakan nyamuk bersarang. Bahkan, untuk mendukung langkah pemerintah, pihaknyamengaku telah mengirimkan surat edaran kepada masyarakat agar terjalin sinergi antara pemerintah dengan warga untuk bergerak bersama memberantas sarang nyamuk.

“Dua bulan yang lalu, aku sudah buat edaran ke seluruh RT dan RW. Nanti kita akan ulangi gebyar (PSN) ini. Karena ini sudah mendekati musim hujan. Tapi nanti juga tak siapkan edaran lagi untuk seluruh warga Surabaya,” katanya.

Pihaknya juga memberi arahan kepada jajaran di kelurahan dan kecamatan agar kerja bakti difokuskan juga pada tempat-tempat umum, seperti tempat ibadah, dan sekolah-sekolah.

Baca Lainnya : Usai Australia, World Mosquito Berantas DBD di Jogja

“Biasanya kelurahan dan kecamatan melakukan kerja bakti bersama. Tapi saya berharap tempat-tempat ibadah, sekolah, masjid dan gereja juga dilakukan. Kadang juga rumah-rumah kosong itu, makanya saya minta para camat, lurah bisa masuk ke rumah-rumah kosong itu,” ujarnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita, setiap tahun Angka Bebas Jentik (ABJ) nyamuk di Surabaya semakin menurun. Namun, tidak dipungkiri untuk beberapa kelurahan masih mendominasi angka ABJ tersebut. Terutama, di sekolah-sekolah, perkantoran  dan perumahan.

“Tiap tahun, Angka Bebas Jentik (ABJ) ini semakin turun. Seperti tahun kemarin 2017, angka ABJ mencapai 325. Namun tahun 2018, turun menjadi 311,” ujar Febria. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: