Kreatif, Petani Tabanan Modifikasi Alsintan Sesuai Kebutuhan

TrubusNews
Syahroni
02 Nov 2018   08:30 WIB

Komentar
Kreatif, Petani Tabanan Modifikasi Alsintan Sesuai Kebutuhan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Beberapa alat mesin pertanian atau alsintan yang sebelumnya mangkrak, akhirnya bisa digunakan lagi oleh para petani di Kabupaten Tabanan Bali. Bantuan alsintan dari pemerintah pusat itu sebelumnya tak terpakai sejak disalurkan karena dinilai tidak cocok digunakan dengan kondisi lahan di wilayah mereka. 

Untuk itu, alsintan yang sebelumnya mangkrak tersebut akhirnya dimodifikasi. Langkah ini diambil guna memaksimalkan penggunaannya sesuai dengan kondisi lahan yang ada.

“Untuk memudahkan petani dalam mengelola lahan pertaniannya, beberapa Alsintan agar tidak mubasir kami modifikasi sehingga bisa digunakan maksimal,” tutur Pekaseh Subak Pengembungan Marga, Made Muliana, Kamis (1/11).

Baca Lainnya : Berkat Alsintan Bantuan Pemerintah, Luas Tanam Padi di NTT Terus Meningkat

Beberapa alsintan yang sebelumnya tidak bisa dioperasikan petani itu antara lain adalah traktor bermesin besar dan mesin pemanen padi atau combine harvester. Dengan bantuan petani dari Jawa dan bantuan teman yang bisa melakukan modifikasi, alsintan tersebut akhirnya dimodifikasi.

Modifikasi pada traktor bermesin besar ini dilakukan pada bagian singkalnya. Made menyebut, bagian singkal tersebut kemudian dimodifikasi dengan biaya mencapai  Rp 2,5 sampai Rp 3 juta, sehingga kini bantuan traktor bermesin besar tersebut bisa digunakan subaknya secara maksimal.

Ia melanjutkan, dengan modifikasi bantuan Alsintan tersebut tidak hanya bisa digunakan, tapi juga memiliki sejumlah kelebihan. Salah satunya dengan dilengkapi selancar yang berfungsi untuk meratakan sekaligus sebagai tempat pijakan operator saat membajak sawah, sehingga menghemat tenaga.

Baca Lainnya : Siaga Kemarau, Mentan Percepat Penyebaran Alsintan

“Adanya bantuan Alsintan tersebut, saat ini Subak Pengumbengan memiliki tiga traktor bermesin besar dengan singkal yang sudah dimodifikasi. Yakni, satu dari bantuan pemerintah pada 2014 lalu, satu bantuan dari realokasi dan satu lagi dari bantuan 2018,” paparnya.

Sementara itu, bantuan traktor dari program alsintan ini memang kebanyakan traktor bermesin besar dengan singkal. Sementara petani di Tabanan sangat menyukai traktor kecil, padahal sebenarnya traktor bermesin kecil hanya cocok digunakan untuk lahan terasering seperti di daerah Pupuan dan Jatiluwih, sedangkan lahan pertanian yang kondisinya dataran luas lebih cocok dengan traktor bermesin besar. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: