Sanggupkah Nyala PLTA Batang Toru Terangi Jalan Konservasi Orangutan Tapanuli?

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
31 Okt 2018   16:30

Komentar
Sanggupkah Nyala PLTA Batang Toru Terangi Jalan Konservasi Orangutan Tapanuli?

PLTA Batang Toru, Tapanuli, Sumatera Utara. (Foto : Marketeers)

Trubus.id -- Kehidupan modern adalah kehidupan yang bergantung dengan energi listrik. Rumah-rumah di kawasan kumuh, perumahan mewah, industri dan roda semua sektor pun sangat bergantung pada nyala energi ini. 

Hilirisasi aliran kebutuhan listrik tersebut pada akhirnya bermuara pada tuntutan pemerintah untuk menyediakan rekayasa energi lain untuk menutupi kebutuhan listrik nasional. Salah satunya dilakukan dengan cara pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Sumatera Utara. 

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). (Foto: Doc/ BBC)

 

Sanggupkan 'nyala' listrik PLTA Batang Toru yang menjadi proyek strategis nasional, juga menerangi  jalan penyelamatan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis)?

Ya, kera besar endemik Batang Toru ini, baru saja menjadi spesies ketiga orangutan setelah Pongo pygmaeus (orangutan kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan sumatera) yang keberadaannya dalam status terancam punah. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, kepentingan konservasi orangutan Tapanuli tetap diprioritaskan dalam proyek pembangunan PLTA Batangtoru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Karenannya, pengembang PLTA Batang Toru,, PT North Sumatra Hydro Energy (NSHE) telah diminta memperbaiki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk mengakomodasi pelestarian satwa dilindungi tersebut.

"Kita sudah perintahkan pihak PLTA untuk perbaiki studi Amdal khusus soal orangutan. Karena dulu belum diketahui adanya orangutan tersebut," kata Siti ketika menghadiri Rapat Koordinasi Teknis bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menteri Siti menjelaskan, Tim KLHK hingga saat ini terus memonitor kondisi orangutan dan area jelajahnya di sekitar proyek PLTA Batang Toru. Menurut dia, hasil pemantauan menunjukkan orang utan tetap bisa hidup dan tidak terganggu dengan proyek pembangunan PLTA tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Ditjen KSDAE KLHK, habitat orangutan Tapanuli di kawasan Batang Toru tersebar pada tiga blok terpisah, yakni blok barat, timur, dan selatan. Luas keseluruhan kawasan Batang Toru sendiri mencapai 163,846 hektare.

Populasi orang utan terbanyak berada di blok barat, yang mengarah ke Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara. Berikutnya berada di blok timur, yakni wilayah Cagar Alam (CA) Sipirok di Tapanuli Selatan, dan yang paling sedikit berada di blok selatan, terutama cagar alam Sibualbuali.

Hasil pemantauan terakhir menunjukkan, kepadatan orangutan di kawasan sekitar PLTA Batang Toru terbilang rendah, yakni hanya sekitar 0,41 individu per kilometer persegi.

Jumlah Kebutuhan Listrik Nasional

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: