Bengawan Solo Tercemar, Warga Mulai Krisis Air Bersih

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
31 Okt 2018   19:30

Komentar
Bengawan Solo Tercemar, Warga Mulai Krisis Air Bersih

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id --  Meski disebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, tapi krisis air masih terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah. Dampaknya, ribuan warga Solo sudah sepekan belakangan ini sulit mendapatkan air besih.

PDAM setempat mengalami kesulitan untuk mengolah air Sungai Bengawan Solo menjadi air yang layak dikonsumsi. Selain volume dari hulu yang jauh berkurang akibat musim kemarau, air baku yang menjadi sumber olahan juga tercemar limbah pabrik, sehingga sepekan belakangan ini distribusi air menjadi terganggu.

Baca Lainnya : Bengawan Solo Tercemar, 2 IPA PDAM Surakarta Berhenti Beroperasi

Hingga hari ketujuh belum ditemukan solusi untuk mengatasi krisis air yang berlangsung hampir sepekan tersebut. Menanggapi hal ini, Hubungan Masyarakat (Humas) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta, Bayu Tunggul mengungkapkan, pihaknya masih melakukan dropping air dengan truk tangki untuk memenuhi kebutuhan warga. Selain dari PDAM, tangki air juga didatangkan dari PMI, PUPR Jawa Tengah dan BPBD.

"Kemarin kita dropping air bersih 30 tangki, hari ini 50 tangki. Belum ada solusi, sementara kita masih dropping," ujarnya kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (31/10).

Lebih lanjut pihaknya menyatakan, telah melaporkan kondisi tersebut ke Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo.  Usai mendapat laporan, Wali Kota Solo langsung memberikan sejumlah alternatif untuk mendapatkan solusi.

"Tadi pagi kita sudah melaporkan resmi kondisi yang terjadi di sana. Dan pak Wali Kota sudah memberikan arahan," tambahnya lagi.

Baca Lainnya : Atasi Banjir di Bengawan Solo, Sudetan Plangwot-Sedayu Lawas Ditingkatkan

Dikatakan Bayu, Wali Kota Solo telah memerintahkan agar ke depan PDAM mengolah Kali Anyar di Tirtonadi. Meski kemarau, volume air sungai di depan Terminal Tirtonadi itu dinilai mencukupi untuk dikonsumsi.

"Pak wali Kota memerintahkan agar mendatang ada wacana untuk mengolah Kali Anyar, memungkinkan atau tidak," paparnya.

Selain Kali Anyar, Wali Kota juga minta agar mengoptimalkan sumur dalam terutama untuk kasus-kasus emergency. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: