Program Aksi Inovasi Petani Muda PSP3 IPB Cegah Urbanisasi Milenial di Desa

TrubusNews
Thomas Aquinus
30 Okt 2018   12:30 WIB

Komentar
Program Aksi Inovasi Petani Muda PSP3 IPB Cegah Urbanisasi Milenial di Desa

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB, Sofjan Sjaf mengakui gejala migrasi profesi penduduk desa berusia produktif menjadi salah satu faktor berkurangnya regenerasi di sektor agro maritim. Untuk itu pihaknya tengah melaksanakan program Aksi Inovasi Petani Muda untuk mencegah urbanisasi kaum muda yang tidak tertarik menjadi petani.

"Seperti disampaikan Pak Rektor, banyak anak muda yang menganggap image petani atau nelayan itu, kotor, bau dan sebagainya," ujar Sofyan dalam diskusi Agro Maritim 4.0 di Kampus IPB Barangsiang, Bogor, Jawa Barat.

Dipaparkan Sofjan Sjaf, yang menjadi persoalan desa salah satunya lantaran kurangnya basis data yang akurat. Menurutnya justru hal ini amat penting untuk memaksimalkan potensi agro maritim di desa tersebut.

Baca Lainnya : Memasuki Musim Hujan, Petani Lebak Percepat Tanam Padi 43.000 Ha

"Perlu ada pembenahan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa)," ujarnya.

Di PSP3, dikatakan Sofjan, pihaknya saat ini memiliki program 'Drone Desa'. Tujuannya program ini adalah untuk memetakan potensi sebuah daerah.

Dijelaskannya, bahwa sepanjang penelitiannya di berbagai daerah, masih banyak potensi desa yang belum terpetakan dengan akurat. "Misalnya soal lahan hingga jumlah penduduk,"  jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut Sofyan mengatakan kalau PSP3 IPB tengah melaksanakan program Aksi Inovasi Petani Muda. Program tersebut merupakan salah satu upaya menekan arus urbanisasi akibat dari kaum muda enggan menjadi petani lantaran minimnya pengetahuan dan sosialisasi yang kurang.

Baca Lainnya : Ribuan Petani Ikan Tuntut SK Penertiban Jaring Apung Waduk Jatiluhur Dicabut

"Maka dari itu, kami menggandeng para sarjana-sarjana pertanian dari beberapa universitas untuk terlibat dalam aksi ini. Tujuannya memberikan pencerahan mengenai potensi dan prospek sektor agro maritim," ujarnya.

Menurut Sofjan, sejauh ini Aksi Inovasi Petani Muda berhasil menjawab sejumlah persoalan di sektor pertanian. Para peserta berhasil melakukan inovasi-inovasi di bidang agro maritim.

"Setidaknya hal ini menjawab masalah-masalah di sektor hilirnya," kata Sofyan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Menkraf Dorong Indonesia Miliki Peta Geospasial Pariwisata

Peristiwa   22 Feb 2020 - 14:25 WIB
Bagikan: