Indonesia Berkomitmen Benahi Ekosistem Rumput Laut dan Kelestarian Hutan

TrubusNews
Thomas Aquinus
30 Okt 2018   10:00 WIB

Komentar
Indonesia Berkomitmen Benahi Ekosistem Rumput Laut dan Kelestarian Hutan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemerintah Indonesia berkomitmen fokus dalam pembenahan keseimbangan ekosistem rumput laut serta kelestarian hutan di hadapan aktivis lingkungan internasional.

"Bukan hanya sawit yang kami benahi, tetapi juga mangrove yang hampir hilang 50 persen, kami juga sedang menangani perbaikan persoalan rumput laut dan kehutanan," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Nusa Dua, Bali, Selasa (30/1).

Pada pertemuan Our Ocean Conference (OOC) di Bali, Menko Maritim Luhut Pandjaitan sempat melakukan pertemuan-pertemuan dengan aktivis, pemangku kepentingan, dan praktisi lingkungan hidup. 

Baca Lainnya : Sambut Hari Laut Sedunia, KKP Gencarkan Kampanye

Sementara itu, Erik Solheim selaku Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP) memberikan apresiasinya kepada Indonesia yang telah melakukan tindakan nyata  melakukan pemulihan masalah-masalah lingkungan hidup seperti mangrove, sawit, hutan, dan lainnya.

"Selamat kepada Indonesia yang telah mempelopori gobal program untuk kelapa sawit dan atas leadership Indonesia dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan. Kami akan selalu siap membantu pemerintah Indonesia dalam menjaga keseimbangan lingkungan," ujar Solheim. 

Pada kesempatan yang sama, Presiden WWF Internasional Pavan Sukhdev menyatakan rasa terimakasih atas dukungan Indonesia dalam permasalahan kelapa sawit. Namun Sukhdev juga menyoroti populasi orang utan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) di wilayah Batang Toru, Sumatera Utara, orang utan yang jumlahnya hanya kini tidak lebih dari 800. 

Baca Lainnya : Menuju OOC 2018, Target 20 Juta Ha Kawasan Konservasi Laut Selesai Lebih Awal

"Kami mengkhawatirkan nasib mereka karena di area itu sedang dibangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan mereka bisa saja masuk ke wilayah pemukiman penduduk. Maka kami usul agar para orang utan ini direlokasi," ujarnya.

Sukhdev mengusulkan agar Indonesia dapat membuat model seperti di Rwanda yang menyelamatkan populasi gorila-nya dengan menjadikannya sebagai program wisata, sehingga masyarakat mendapat manfaat dan lapangan kerja dan para orang utan bisa diselamatkan. [NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: