Mentan Amran Pangkas Waktu Urus Perizinan Ekspor Jadi 3 Jam Saja

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
29 Okt 2018   18:00

Komentar
Mentan Amran Pangkas Waktu Urus Perizinan Ekspor Jadi 3 Jam Saja

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (Foto : Astri Sofyanti/ trubus.id)

Trubus.id -- Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus memacu peningkatan produksi bahkan ekspor komoditas pertanian khususnya hortikultura. Untuk itu, Direktorat Hortikuktura Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi peningkatan produksi, investasi dan akselerasi ekspor komoditas hortikultura bersama para eksportir.

Dalam rapat koordinasi ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendengar keluhan lebih dari 10 eksportir dan langsung memberikan solusinya. Akhirnya disepakati percepatan surat izin ekspor dengan memotong waktu perijinan ekspor di Kementan dari 312 jam yakni 13 hari menjadi hanya 3 jam.

“Hari ini kita keluarkan kebijakan baru dan merevisi Permentan. Izin dulu maksimal 13 hari, ekspor naik 24 persen. Tapi hari ini kita pangkas menjadi 3 jam. Kami menyiapkan karpet merah untuk eksportir. Ini perintah bapak presiden. Kita bikin ekspor naik drastis,” demikian disampaikan Amran melalui siaran pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Senin (29/10).

Baca Lainnya: Mentan: Lahan Rawa Kekayaan Besar Indonesia yang Belum Termanfaatkan

Lebih lanjut dikatakan Amran, jika pengurusan izin di Kementan sudah 3 jam, pengurusan di instansi lainya akan menyusul sehingga izin keluarnya lebih cepat. Sehingga Kementan memberikan contoh percepatan pengurusan izin di sektor hulu.

“Kalau dulu eksportir mendatangi kami, tapi kini kita layani dan kita datangi. Para eksportir tidak perlu lagi mikir dokumen, tidak perlu datang mengurus, cukup di rumahnya saja. Kalau ekspor naik, perekonomian nasional pun meningkat,” tambahnya.

Pihaknya juga menjelaskan, potensi sektor pertanian Indonesia khususnya komoditas hortikultura sangat menjanjikan untuk menguasai pasar ekspor sehingga mendongkrat neraca perdagangan. Terbukti, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor pertanian tahun 2017 mencapai Rp 442 triliun, naik 24 persen dibanding 2016. 

“Hasilnya, neraca perdagangan pertanian 2017 sebesar surplus Rp 214 triliun,” paparnya.

Menurutnya, kunci peningkatan produksi dan ekspor tidak terlepas dari kontribusi atau kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pelaku usaha. Pengusaha di bidang pertanian merupakan mitra utama keberhasilan sektor pertanian dalam menunjang peningkatan pendapatan negara. 

Baca Lainnya: Mentan RI Cetuskan Program Magang Petani Indonesia ke Taiwan

“Kementerian pertanian telah mempermudah ijin dan urusan berusaha khususnya untuk ekspor produk pertanian. Dulu, mengurus izin bisa 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun. Sekarang kita percepa bisa 1 jam,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan Permentan terkait akselerasi ekspor yang direvisi yakni Permentan Nomor 38 Tahun 2017 diubah menjadi Pementan Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura. Rekomendasi ini mengatur juga izin ekspornya.

“Dengan perubahan ini kami membuka selebar-lebarnya ekspor produk hortikultura. Ini penting karena kontribusi ekspor komoditas hortikultura cukup tinggi. Ekspor total hortikultura segar Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp1,28 triliun, naik 27 persen dibanding Januari-Agustus 2017 yang hanya Rp0,94 triliun,” kataya.

“Sementara total ekspor hortikultura segar dan olahan Januari hingga Agustus 2018 mencapai Rp2,87 triliun,” ujar Suwandi.

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: