Pascagempa Lombok, Produksi Bawang Putih di Sembalun Kembali Menggeliat

TrubusNews
Astri Sofyanti
27 Okt 2018   08:00 WIB

Komentar
Pascagempa Lombok, Produksi Bawang Putih di Sembalun Kembali Menggeliat

Petani bawang putih di kabupaten sembalun. (Foto : Dok/ Kementan)

Trubus.id -- Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong upaya swasembada bawang putih yang ditargetkan akan tercapai pada 2021 mendatang. Salah satu wilayah penyangga utama bawang putih nasional berada di Kabupaten Sembalun Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang sekaligus menjadi penghasil utama varietas Sangga Sembalun di Indonesia.

Usai diguncang gempa bumi 5 September 2018 lalu, Kabupaten Sembalun Lombok Timur menjadi salah satu daerah yang terkena dampak gempa bumi. Hal tersebut turut memberikan dampak bagi petani bawang putih di Sembalun yang selama ini kita kenal sebagai petani yang gigih dalam mewujudkan swasembada 2021.

Baca Lainnya : Kementan Ancam 21 Importir Bawang Putih yang Mangkir Ketentuan Wajib Tanam

"Potensi bawang putih mencapai 5.000 Ha. Luas tanam selama setahun mencapai 2.000 Ha. Pada tahun 2018 alokasi APBN mendukung kawasan bawang putih seluas 1.642 Ha dengan total kebutuhan benih 1.149 ton. Ketersediaan benih kami pasok dari Sembalun sekaligus membantu para penangkar untuk memasarkan benihnya pascagempa," kata Badaruddin, Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, melalui siaran pers Kementerian Pertanian yang diterima Trubus.id di Jakarta, Jumat (26/10).

Menurutnya, saat ini petani kembali bergairah dan semangat turun menjaga pertanaman di lapangan karena kondisi sudah normal seperti biasa. Hal senada juga diungkapkan, Anhar, Ketua kelompok tani Sembalun Bumbung Hijau. Ia mengatakan bahwa saat ini kelompok tani binaannya mengelola 50 hektare (ha) dan terkelola baik pasca gempa.

"Bahkan anggota kelompok kami semakin giat dan semangat ke lahan," ungkapnya. 

Sementara itu, Aziz, ketua kelompok sembalun horti 441 sekaligus menjadi penggerak pengembangan bawang putih di Sembalun juga menyatakan hal yang sama. Kondisi ini dapat terlihat dari kondisi ladang yang semakin ramai sejak shubuh sampai siang hari. Hal ini terjadi karena petani sadar bahwa pasca gempa menjadi penyemangat untuk bangkit kembali memelihara ladang. 

Saat ini kelompok binaan kami baru saja panen pada luasan 50 ha, untuk varietas sangga sembalun dengan rata rata produktivitas 15-18 ton/ha, varietas lumbuh putih dengan produktivitas rata rata 20-25 ton/ha, ungkapnya. 

Baca Lainnya : Kementan Tindak Tegas Importir Bawang Putih yang Tak Ikuti Aturan Wajib Tanam

Royal, Ketua kelompok Pegasingan Hijau, Sembalun sekaligus penggiat pemuda pariwisata di Sembalun mengatakan bahwa saat ini kelompoknya menyiapkan wajib tanam dengan importir seluas 80 Ha, lahan kami sudah siapkan sambil menunggu hujan datang. 

"Anggota kelompok kami siap mengawal dan mendampingi pertanaman di lapangan," ungkapnya.

Sementara itu, Mulyadi, kepala UPT Penyuluh Pertanian Sembalun mengatakan bahwa petugas dan pendamping penyuluh lapangan siap mendampingi pengembangan hortikultura khususnya kawasan bawang merah, bawang putih dan aneka cabai di lapang. Aktivitas penyuluh siap mengawal Sembalun sebagai penyangga bawang putih nasional menuju swasembada 2021. [RN]
 

 

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Wujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Akuaponik

Inovasi   06 Agu 2020 - 14:10 WIB
Bagikan:          
Bagikan: