Status Waspada, Gunung Anak Krakatau Alami 232 Kegempaan Letusan

TrubusNews
Astri Sofyanti
25 Okt 2018   12:30 WIB

Komentar
Status Waspada, Gunung Anak Krakatau Alami 232 Kegempaan Letusan

Gunung Anak Krakatau (Foto : BNPB)

Trubus.id -- Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Bandar Lampung, Kamis (25/10), Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, sepanjang pengamatan pada Rabu (24/10) sampai Kamis (25/10) dini hari tadi mengalami letusan kegempaan sebanyak 232 kali.

Hal tersebut diketahui berdasarkan visual malam hari melalui kamera CCTV teramati sinar api dengan lontaran material pijar tinggi 100-200 meter di atas puncaknya.

BMKG meneruskan laporan petugas Windi Cahya Untung dari Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Rabu 24 Oktober 2018 pukul 00.00 sampai 24.00 WIB. Dilaporkan terdengar suara dentuman dan dirasakan getaran dengan intensitas lemah hingga kuat di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, bahkan kaca dan pintu di pos bergetar.

Baca Lainnya : BMKG: Gunung Anak Krakatau Alami 63 Kegempaan Letusan

Gunung api di dalam laut dengan ketinggian 338 meter dari permukaan laut itu, selama pengamatan visual gunung kabut 0-III asap kawah tidak teramati. Sementara itu, cuaca cerah dan berawan, angin bertiup lemah ke arah utara, timur laut, timur, dan selatan. Suhu udara 24-34 derajat Celsius, kelembapan udara 68-100 persen, dan tekanan udara 0–0 mmHg.

Aktivitas kegempaan letusan 232 kali dengan amplitudo 38-58 mm dan durasi selama 29-102 detik. Vulkanik dangkal 9 kali, amplitudo 7-40 mm, durasi 10-14 detik. Vulkanik dalam 6 kali, amplitudo 38-50 mm, S-P 1-2 detik, durasi 8-20 detik. Tremor menerus 3-31 mm (dominan 7 mm).

BMKG menyimpulkan, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level II atau waspada. Sehingga direkomendasikan masyarakat/wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. [NN]
 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          

Korban Tewas Akibat Covid19 Bertambah Jadi 1.800 Orang

Peristiwa   18 Feb 2020 - 14:22 WIB
Bagikan: