Begini Cara Jitu Kementan Stabilkan Pasokan dan Harga Cabai di Tuban

TrubusNews
Syahroni
25 Okt 2018   06:30 WIB

Komentar
Begini Cara Jitu Kementan Stabilkan Pasokan dan Harga Cabai di Tuban

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi yang membuka pasar lelang cabai di Tuban, Rabu (24/10). (Foto : Doc/ Kementan RI)

Trubus.id -- Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di tingkat petani serta memotong rantai pasok dengan pola pasar lelang, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengarahkan jajarannya untuk membuka pasar lelang cabai di berbagai wilayah. Hasilnya, 12 pasar lelang cabai di Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Magelang, Karanganyar, Wonogiri, Temanggung, Banyuwangi, Kediri, Siborong-borong, Karo, Enrekang dan Cianjur sudah dibuka.

Sementara itu, sebanyak delapan pasar serupa di kabupaten lain masih  dalam tahap inisiasi. Termasuk di dalamnya Kabupaten Bandung, Sumedang, Probolinggo, Banjarnegara, Kebumen, Ogan Komering Ilir, Pesawaran dan Lombok Timur. Untuk mengembangkan pasar lelang tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura telah bekerja sama dengan Pemda dan instansi terkait. 

Rabu (24/10) kemarin, Kementerian Pertanian (Kementan) pun kembali menggelar peluncuran pasar lelang cabai ke 13 di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Sejumlah 50 orang anggota Asosiasi Petani Horti Sumber Rejeki Petani tergabung dalam pasar lelang ini.

Baca Lainnya : Hindari Tengkulak, Petani Cabai di Sleman Kembangkan Sistem Lelang

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi yang membuka secara langsung proses lelang cabai perdana di pasar lelang ini mengatakan, pasar lelang adalah solusi soft system yang memberi perlindungan ke petani untuk jaminan pasar dan kepastian harga.

"Manfaat lainnya adalah petani menerima cash and carry, tercipta one region and one price, pasar adil dan transparan, memotong rantai pasok. Dampaknya adalah terciptanya stabilitas harga di konsumen", tambahnya. 

Dirinya berharap bila nanti pasar lelang sudah berjalan rutin, cakupan wilayah dan komoditasnya perlu diperluas. Pemerintah akan memfasilitasi berikut bangsal dan perlengkapannya. Termasuk sarana teknologi informasi online untuk pengiriman data, laporan dan penyebarannya.

"Bahkan setelah berkembang pasar lelang, nantinya dikenalkan pola e-commerce, penjualan online, pola resi gudang sayuran dan bentuk pasar lainnya yang lebih efisien, praktis dan up to date", jelasnya.

Meski begitu ia mengingatkan, pasar lelang ini bukan membangun fisik bangunan baru dan bukan hard system. Yang dibangun disini adalah soft system-nya atau bagaimana mempertemukan antara sekelompok petani sebagai penjual dengan para pedagang sebagai pembeli dengan pola lelang. Karena itu, dia berharap pasar lelang ini terdapat di setiap kabupaten.

"Tolong jangan berhenti, maksud saya rutin tiap hari sabtu dan minggu pun semua produk ditampung di sini. Diperluas juga pasar lelangnya mencakup banyak kecamatan dalam satu kabupaten. Komoditas yang dilelang juga diperluas ke sayuran lain. Supaya efisien pedagang nggak usah datang tapi lewat SMS atau WA ke pengelolanya", jelas Suwandi. 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji, mengatakan bahwa komoditas cabai merah keriting dan cabai rawit merah merupakan komoditas utama yang dikembangkan di kabupaten ini. Komoditas ini menjadi fokus komoditas prioritas karena sekaligus menjadi penyangga cabai Nasional baik wilayah Jakarta maupun luar Jawa. 

"Saat ini produksi cabai merah keriting dari Tuban sekitar 3.569 ton. Wilayah yang menjadi sentra utama cabai merah keriting adalah Kecamatan Jenu, Kenduruan, Merakurak. Luas tanam yang siap panen saat ini di Kabupaten Tuban total sebesar 128 ha, di mana yang paling terluas di Kecamatan Jenu dengan 55 ha dengan panen setiap hari seluas 1,5 ha dan produktivitas per hektar rata-rata 4 ton. Untuk cabai rawit merah, akan mulai panen pada awal bulan Oktober dari total luas panen 136 ha dan produktivitas rata-rata 4.5 ton/ha. Sentra cabai rawit merah yaitu Kecamatan Bancar dan Grabagan,” sambung Murtadji.

Baca Lainnya : Selain Telur, Harga Cabai Kini Juga Melambung

Sementara itu, Giyanto, ketua pengelola Pasar Lelang Tuban sekaligus anggota Poktan Bumi Jaya/KTNA Kecamatan Jenu mengharapkan, melalui keberadaan Pasar Lelang ini dapat menstabilkan harga cabai yang berpihak kepada petani secara keseluruhan. 

“Jika saat ini harga jual CMK di tingkat petani kisaran Rp20.000 – 22.000, maka dengan beroperasinya Pasar Lelang ini nantinya dapat menstabilkan harga, menghadirkan pedagang besar cabai lainnya, sehingga terbentuk pasar yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,” ujar Giyanto.

Potensi Kabupaten Tuban dalam memasok kebutuhan aneka cabai didukung luas pertanaman yang terus dikembangkan oleh pemerintah. Luas tanam cabai merah keriting tahun 2018 mencapai 1.382 Ha meningkat 11% dari tahun 2017, sedangkan cabai rawit merah tahun 2018 seluas 8.259 Ha meningkat 55 % dibandingkan tahun 2017.

Hal ini menjadikan Kabupaten Tuban merupakan salah satu pemasok cabai merah keriting dan cabai rawit merah ke beberapa wilayah seperti PIKJ, Pasar Induk Cibitung, Pasar Induk Tanah Tinggi, Pasar Metro Lampung, Pasar Jakabaring Palembang, Pasar Osowilangun Surabaya, dan Pasar Lokal Tuban. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: