Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Amankan 45 Ton Kayu Hasil Pembalakan Liar

TrubusNews
M Syukur | Followers 2
24 Okt 2018   19:00

Komentar
Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera Amankan 45 Ton Kayu Hasil Pembalakan Liar

Kayu ilegal hasil sitaan Balai Gakkum KLHK Seksi II Sumatera. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Sebanyak 45 ton kayu olahan asal Sumatera Barat gagal sampai ke Bagansiapiapi, Rokan Hilir, Riau. Pengiriman kayu yang diduga merupakan hasil pembalakan liar ini berhasil digagalkan petugas Balai Gakkum KLHK seksi II Wilayah Sumatera. Dua truk yang mengangkut kayu-kayu itu ditahan ketika melintas di wilayah Kubang, Kabupaten Kampar.

Kepala Balai Gakkum KLHK, Eduard Hutapea mengatakan, dua truk yang ditahan memiliki jumlah muatan yang berbeda-beda. Satu truk ada yang memuat 19,5 ton kayu dan satunya lagi 24,5 ton kayu. Surat jalan dengan lokasi pemuatan juga tidak sesuai yang ditunjukkan sopir.

Baca Lainnya : 73 Meter Kayu Olahan Ilegal Disita, KLHK Buru Otak Intelektual Penyelundupan

"Sehingga patut dicurigai sebagai kayu ilegal karena lokasi pemuatannya dibuat di Jambi," kata Eduard, Rabu (24/10).

Dua truk ini membuat jenis kayu jenis papan. Untuk apa dikirim ke Bagansiapiapi, Eduard menyebut masih mendalami dengan pemeriksaan intensif terhadap sopir.

"Tujuan penerima berinisial A, ini yang masih dikembangkan petugas. Belum diketahui apakah untuk membuat kapal atau bagaimana," kata Eduard.

Baca Lainnya : 1.500 Batang Kayu Illegal Logging Ditemukan di Sungai Musi, Siapa Pemiliknya?

Ia menerangkan, penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya dua truk besar bergerak dari Sumatera Barat dengan tujuan Bagansiapiapi. Selanjutnya petugas mengintai pergerakan dua mobil itu di Kabupaten Kampar. Beberapa jam menunggu, petugas akhirnya melihat dua truk tadi melintas.

Tanpa perlawanan, sopir dua truk tadi berhenti, lalu digiring petugas ke Kantor KLHK di Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru.

"Hasil pemeriksaan, ternyata kayu itu menggunakan dokumen yang tidak sesuai terkait surat keterangan sahnya hasil hutan kayu (SK SHHK)," kata Eduard. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: