Waspada, 12 Kecamatan di Cilacap Rawan Longsor Saat Musim Hujan

TrubusNews
Astri Sofyanti
24 Okt 2018   10:00 WIB

Komentar
Waspada, 12 Kecamatan di Cilacap Rawan Longsor Saat Musim Hujan

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Memasuki musim hujan, 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah diminta waspada mengingat ke-12 kecamatan tersebut masuk ke dalam kategori rawan longsor.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, Kodirin mengatakan, wilayah rawan longsor berada di Cilacap bagian barat yang harus diwaspadai yakni Kecamatan Kesugihan, Jeruklegi, Kawunganten, Gandrungmangu, Sidareja, Karangpucung, Cimanggu, Majenang, Wanareja, Dayeuhluhur, Cipari, dan Bantarsari.

“Daerah-daerah tersebut masuk kategori rawan longsor karena lokasinya di perbukitan. Berdasarkan pendataan yang kami lakukan, ada 58 desa yang berada di wilayah perbukitan. Seluruhnya masuk daerah rawan longsor," kata Kodirin, di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (24/10).

Baca Lainnya : BPBD Yogyakarta Usulkan Perencanaan Mitigasi Bencana di Sekolah

Lebih lanjut pihak BPBD mengingatkan, masyarakat sekitar harus meningkatkan kewaspadaan terhadap wilayah-wilayah yang rawan longsor. Terlebih saat ini sebagian besar wilayah Cilacap mulai diguyur hujan lebat.

"Lahan yang kering kerontang karena kemarau kemudian disiram hujan lebat, akan memiliki potensi longsor yang tinggi," ucapnya.

Untuk itu, Kodirin mengaku pihak BPBD sudah secara terus menerus melakukan sosialisasi mengenai bahaya longsor yang mungkin terjadi dan juga masalah mitigasi bencana kepada masyarakat.

Baca Lainnya : Gempa Landa Jatim, BPBD Situbondo Belum Terima Laporan Kerusakan

Selain sosialisasi BPBD juga telah membentuk desa tangguh bencana. Dikatakan Kodirin, pihaknya berharap, saat ada kemungkinan bencana longsor, masyarakat telah siap menyelamatkan diri atau melakukan evakuasi secara mandiri.

Selain itu, ia menyebut bahwa BPBD telah membuat jalur evakuasi agar masyarakat masyarakat tidak bingung bila terjadi bencana.

"Secara berkala, BPBD dan masyarakat tangguh bencana sudah melakukan mitigasi bencana dengan melakukan simulasi menghadapi bencana," tutupnya.[NN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: