Cegah Diare Mewabah, Kemenkes Bersihkan Sampah Pengungsian di Kota Palu

TrubusNews
Astri Sofyanti
23 Okt 2018   22:00 WIB

Komentar
Cegah Diare Mewabah, Kemenkes Bersihkan Sampah Pengungsian di Kota Palu

Puing-puing reruntuhan bangunan pascagempa Sulteng mulai dibersihkan. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Gempa bumi, tsunami, hingga likuifaksi melanda Sulawesi Tengah 28 September 2018 silam. Akibat kejadian ini, ribuan warga kehilangan tempat tinggalnya dan terpaksa menghuni tempat pengungsian sementara. 

Namun kini, masalah lain mulai timbul. Ancaman serangan penyakit akibat buruknya kebersihan lingkungan pengungsian, bisa membahayakan kesehatan warga. Untuk itu, Kementerian Kesehatan melalui Subcluster Kesehatan Lingkungan bersama sektor lain akan segera mengangkut sampah yang menumpuk di lokasi pengungsian. Kegiatan itu dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu. 

Baca Lainnya : Cegah Munculnya Penyakit pada Anak Korban Bencana, Kemenkes Bangun Dapur Gizi

"Sebanyak 36 mobil sampah yang digunakan untuk mengangkut sampah. Sampah yang menumpuk di pengungsian harus segera diangkut mengingat banyaknya perindukan lalat apabila tidak segera ditangani. Dampaknya, akan menjadi salah satu faktor risiko terjadinya peningkatan kasus diare," demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Widyawati, melalui keterengan pers yang diterima Trubus.id di Jakarta, Selasa (23/10).

Tindakan lainnya yang juga dilakukan adalah dengan meletakkan tempat pembuangan sampah sementara dalam bentuk bak-bak penampungan sampah sebelum diangkut oleh truk untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir.

Sebagai informasi, sejak Jumat (19/10) lalu mobil sampah sudah dioperasikan ke lokasi pengungsian di Petobo dan Balaroa yang populasi lalatnya sudah cukup padat terutama di sekitar dapur umum. Kemudian di pengungsian Kelurahan Duyu, penanganan sampah telah dilakukan dengan cara dibakar. Selain itu, telah disediakan 6 toilet dari Kemen PUPR dan akan ditambah lagi 10 toilet.

Baca Lainnya : Kemenkes Mulai Mendata Potensi Kejadian Luar Biasa di Sulteng

Untuk mengatasi peluberan limbah toilet, lurah setempat diminta untuk menambah lubang serapan yang cukup luas. Selain itu, untuk rencana pemasangan toilet yang baru agar ditambah dengan lubang resapan yang cukup luas agar tidak terjadi peluberan dari septictank atau septictank buntu karena penuh.

Untuk pencegahan diare yang dikhawatirkan telah menyebar ke pengungsi, tim Kesehatan Lingkungan telah berkoordinasi dengan tim Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kemenkes untuk mendapatkan data kasus diare. Selanjutnya, berdasarkan data tersebut, apabila ditemukan kasus diare, langsung dilakukan intervensi berupa pengobatan dan intervensi dari segi lingkungannya. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: