Data Fantastis di Balik Pencapaian Ekspor Ikan Indonesia

TrubusNews
Binsar Marulitua | Followers 0
23 Okt 2018   19:30

Komentar
Data Fantastis di Balik Pencapaian Ekspor Ikan Indonesia

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Neraca perdagangan hasil perikanan selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berhasil menjadi yang pertama di ASEAN untuk pertama kalinya. Salah satu sumber utama adalah meningkatnya ekspor sebagai capaian positif dari penangkapan kapal ilegal.

Mengutip laporan kinerja 4 tahun sektor kelautan dan perikanan yang dipublikasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Agustus 2018 
telah dilakukan penenggelaman sebanyak 488 kapal. Lebih dari separuh adalah kapal berbendera Vietnam, yakni sebanyak 276 kapal, sisanya berasal dari Filipina, Thailand, Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, Tiongkok, dan Belize.

Selama periode Januari-Agustus 2018, KKP juga telah menangkap 76 kapal ilegal, terdiri dari 40 kapal berbendera Indonesia, 29 kapal Tiongkok, 5 kapal Filipina, dan 2 kapal Malaysia.

Baca Lainnya : Pelabuhan Rakyat di Riau Banyak Dijadikan Pintu Keluar Benih Lobster Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan, ekspor hasil produksi perikanan saja menunjukan peningkatan, baik dari segi volume maupun nilai (value).
Pada semester I-2018, volume eskpor hasil produksi perikanan meningkat menjadi 510,05 ribu ton atau naik 7,21 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu yang 475,74 ribu ton. Sedangkan nilainya (value) mencapai USD2,272 miliar atau naik 12,88 persen dari periode sama tahun lalu USD2,013 miliar.

"Ekspor-impor hasil neraca 2014-2018. Neracanya jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saya harapkan bisa capai 20 persen dalam hal value dibanding tahun lalu," jelasnya.

Artinya, kata Susi, neraca perdagangan hasil perikanan per semester I-2018 ada kenaikan menjadi USD2,055 miliar. Angka tersebut naik 13,88 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu USD1,805 miliar.

Lebih rinci, salah satu daerah yang berkontribusi terhadap kenaikan ekspor komoditas perikanan yakni Sulawesi Utara yang melakukan ekspor ke Thailand. Total ekspornya mengalami kenaikan 1.000 persen.

Baca Lainnya : Demi Ekosistem Alam, Balai TNKT Ajak Warga Lestarikan Hutan Mangrove

Ekspor udang selama periode 2014-2018 juga terus mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan, sekarang Indonesia menduduki posisi nomor 2 di AS. Demikian pula dengan ekspor tuna dan kepiting yang terus menunjukkan kinerja membaik.

Berdasarkan data BPS yang diolah Ditjen PDS-KKP, volume eskpor udang per semester I-2018 menjadi 95,23 ribu ton atau naik 14,13 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu 83,44 ribu ton. Sedangkan nilai ekspor udang USD859,15 juta atau naik 7,57 persen dari USD798,67 juta.

Untuk tuna, volume ekspor semester I 2018 mencapai 54,13 ribu ton atau naik 7,55 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 50,33 ribu ton. Sedangkan nilainya mencapai USD275,88 juta atau naik 25,33 persen dari USD220,13 juta. [NN/SN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan: