Data dari 20 Alat Sensor Gempa di Sulteng, Bisa Langsung Diakses Masyarakat

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
23 Okt 2018   17:30

Komentar
Data dari 20 Alat Sensor Gempa di Sulteng, Bisa Langsung Diakses Masyarakat

Gempa yang terjadi di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu memporak-porandakan infrasuktur. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang 20 alat sensor gempa (portable seismograf) yang tersebar di 20 titik hingga ke bagian tenggara Sulawesi Tengah. Sensor gempa tersebut dipasang di seluruh sesar aktif yang ada di Palu guna mendapatkan informasi pergerakan sesar tersebut.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Saldy di Palu, Selasa (23/10) mengatakan, alat sensor tersebut dipasang sampai 40 hari ke depan. Lebih lanjut dikatakan Saldy, pihaknya terus menambah sensor tersebut untuk bisa mendeteksi gempa-gempa skala kecil.

Baca Lainnya : BMKG Pasang 20 Sensor Seismograph Portabel di Sulawesi 

Selain itu, BMKG telah melakukan survei untuk peta inundasi tsunami, atau seberapa jauh air laut masuk ke darat dan seberapa tinggi gelombang tsunami. Data survey tersebut dikatakan Saldy, akan digabungkan dengan data badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian PUPR dan ATR/BPN, sehingga menghasilkan data yang sangat komprehensif, untuk dioptimalkan secara bersama-sama.

Pihaknya juga menegaskan bahwa BMKG bekerja 24 jam selama 7 hari, dengan pusat pemantauan gempa secara nasional. 

"Kami memonitor gempa tiap hari, yang di atas atau pun di bawah 5 magnitudo untuk seluruh Indonesia," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan kemudian didiseminasikan melalui BPBD atau multimode diseminasi baik melalui SMS, media sosial hingga aplikasi BMKG yang ada di 'play store' untuk pengguna ponsel pintar. 

Baca Lainnya : BMKG Sebut, Tsunami Setinggi 1,5 Meter di Palu dan Mamuju Sudah Berakhir

"Untuk ponsel pintar, ada info-info BMKG yang dapat dilihat setiap hari, seperti cuaca dan gempa," tambahnya lagi.

Pihaknya berharap, informasi itu bisa langsung diakses masyarakat dan mereka dapat mengambil tindakan secepatnya jika bencana terjadi seperti melakukan evakuasi secara mandiri.

Sementara itu menurut hasil survei tsunami dari 18 lokasi yang dilakukan BMKG diketahui, lokasi tsunami tertinggi saat bencana terjadi beberapa pekan lalu tercatat setinggi 10,67 meter berada di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore. [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: