Pelabuhan Rakyat di Riau Banyak Dijadikan Pintu Keluar Benih Lobster Indonesia

TrubusNews
Syahroni
22 Okt 2018   22:30 WIB

Komentar
Pelabuhan Rakyat di Riau Banyak Dijadikan Pintu Keluar Benih Lobster Indonesia

Bibit lobster yang diamankan jajaran pihak kepolisian Riau. (Foto : Trubus.id/ M Syukur)

Trubus.id -- Kabupaten Indragiri Hilir, Riau masih menjadi lokasi favorit bagi para pelaku penyelundup benih lobster untuk menyusupkan dagangan ilegalnya itu ke Singapura. Riau menjadi pintu lalu lalang penyelundupan benih lobster karena memiliki banyak pelabuhan rakyat. Kabupaten di pesisir Riau ini juga dekat dengan negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia yang jadi target penjualan benih lobster.

Sejak maraknya penyelundupan benih lobster, di Riau sudah ada empat kali tindak pidana ilegal fishing ini digagalkan. Jumlah ini tidak mewakili berapa kali jumlah penyelundupan yang lolos dari pantauan petugas.

Namun meski demikian, rata-rata benih lobster itu bukan berasal dari Bumi Lancang Kuning. Benih satwa laut yang harganya sangat tinggi ini jika sudah besar berasal dari Jawa Barat dan Lampung.

Baca Lainnya : Kronologi Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp 1,5 M

Menurut Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pekanbaru, Eko Sulystianto, Riau hanya menjadi transit. Sebelum dari Lampung, lobster dilansir dulu ke Jambi yang berbatasan langsung dengan Indragiri Hilir.

"Jadi transit untuk pengisian oksigen kembali karena tahannnya dalam kemasan hanya tujuh jam. Biasanya berasal dari Jawaba Barat dan Lampung," kata Eko, Senin (22/10) siang.

Selama tahun 2018, Eko menyebut sudah empat kali pihaknya menerima barang bukti hasil penyelundupan, baik yang tersangkanya tertangkap ataupun lolos dari kejaran petugas.

"Kalau yang terakhir ini, pelakunya lolos setelah lari memakai speedboat," sebut Eko.

Baca Lainnya : Riau Dinyatakan Sebagai Pintu Keluar Benih Lobster ke Singapura

Menurut Eko, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang gencar memerangi praktik penyelundupan benih lobster ke Vietnam. Komoditas ekspor ilegal ini memberi keuntungan berlipat bagi Vietnam, namun mematikan nelayan Indonesia.

Larangan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 mengenai Larangan Penangkapan Dan/Atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Wilayah NKRI. 

"Ekspor lobster yang diizinkan apabila beratnya sudah lebih dari 200 gram. Lobster yang sedang bertelur juga dilarang untuk dijual," tegas Eko.

Untuk 10 ribuh benih yang baru diamankan kemarin, Eko menyebutnya sudah dilepas ke perairan Selat Malaka. Titiknya sangat dekat dengan Pulau Bengkalis. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: