BPBD Yogyakarta Usulkan Perencanaan Mitigasi Bencana di Sekolah

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
22 Okt 2018   15:00

Komentar
BPBD Yogyakarta Usulkan Perencanaan Mitigasi Bencana di Sekolah

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yogyakarta berencana melakukan edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah dalam program Sekolah Aman Bencana 2019. BPBD mengharapkan sekolah-sekolah mulai menyusun rencana mitigasi bencana guna meminimalisir korban jiwa ketika terjadi bencana.

“Kita harus sosialisasikan ke sekolah-sekolah untuk menentukan jalur evakuasi jika terjadi bencana, termasuk menetapkan titik kumpul yang dianggap aman,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Jogjakarta, Senin (22/10).

Lebih lanjut pihaknya menyebut, belum banyak sekolah di Jogjakarta khususnya SD dan SMP yang memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul sehingga perlu terus didorong untuk bisa menyiapkannya sehingga jika terjadi bencana. Untuk itu, seluruh warga di sekolah tersebut sudah mengetahui tindakan yang harus dilakukan.

Baca Lainnya : Ramalan Gempa Surabaya dan Madura,  BMKG: Mitigasi Bencana Lebih Penting

Dikatakan Hari, tahun 2019 mendatang BPBD akan mulai gencar meakukan program sosialisasi Sekolah Aman Bencana ke SD dan SMP, sehingga pihak sekolah juga memiliki kesadaran terkait pentingnya mitigasi bencana termasuk rencana evakuasi jika terjadi bencana.

"Mungkin, sekolah merasa belum penting untuk menyusun jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman sehingga tidak membuatnya. Akan sedikit kami `paksa` agar sekolah bisa menyadari pentingnya jalur evakuasi," lanjutnya lagi.

Menurut Hari, dari puluhan SD dan SMP di Kota Jogjakarta, baru dua SD mendapat predikat status sebagai Sekolah Aman Bencana yaitu SD Baluwarti dan SD Bangunrejo.

Baca Lainnya : Revisi Tata Ruang Berperan Besar dalam Mitigasi Bencana

"Belum ada rencana menambah jumlah Sekolah Aman Bencana tahun depan, kami sosialisasikan dulu karena penetapan sekolah aman bencana membutuhkan komitmen sekolah," ujarnya.

Meski belum banyak sekolah mendapat predikat sebagai sekolah aman bencana, Hari mengatakan, sekolah tetap bisa rutin melakukan pelatihan terkait penanggulangan bencana melalui simulasi untuk membiasakan warga sekolah jika suatu saat terjadi bencana.

"Bisa melakukan simulasi sederhana, sesuai kerawanan yang ada di sekolah-sekolah. Tujuannya agar membiasakan warga sekolah bertindak cepat saat terjadi bencana," tutup Hari. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: