BMKG Pastikan Pesan Berantai Soal Gempa M=8,2 di Jateng Hoaks

TrubusNews
Astri Sofyanti
18 Okt 2018   13:45 WIB

Komentar
BMKG Pastikan Pesan Berantai Soal Gempa M=8,2 di Jateng Hoaks

Gempa bumi, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pesan berantai yang dikirim melalui aplikasi pesan singkat soal prediksi gempa bumi berkekuatan 8,2 magnitudo di Jawa Tengah, yang akan terjadi hari ini, Kamis, 18 Oktober 2018 adalah berita bohong (hoaks). Dalam pesan berantai itu menyebutkan sejumlah daerah yang terjadi gempa seperti, Tegal, Brebes, Kebumen, dan Purworejo.

Bahkan informasi tersebut mengatasnamakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah. Dalam pesan berantai itu disebutkan, keempat daerah itu akan mengalami pergeseran patahan sesar yang menimbulkan gempa bumi 8,2 magnitudo (M=8,2).

Baca Lainnya: Siapkah Jakarta Menghadapi Gempa Bumi Megathrust M 8,7

Selain itu, pesan tersebut juga menginformasikan bahwa akan ada tsunami melanda Kota Cilacap, Kebumen, dan Purworejo. Selain itu, pesan berantai itu juga mengimbau masyarakat agar menyimpan surat-surat berharga dalam satu tas yang kuat dan tahan air.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko menekankan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks.

Baca Lainnya: Waspada, Tapanuli Utara Jalur Gempa Aktif di Indonesia

"Pesan yang beredar sudah dapat dipastikan hoaks," demikian disampaikan Hary melalui keterangam tertulis di Jakarta, Kamis (18/10).

Lebih lanjut Hary menegaskan, sejauh ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi secara tepat dan akurat terkait besaran kekuatan magnitudo gempa bumi. Menurutnya, untuk memprediksi terjadinya tsunami bisa dilakukan, tetapi dengan catatan ada kejadian gempa bumi.

Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak jelas atau tidak dikeluarkan oleh BMKG terkait gempa bumi. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Jokowi Perintahkan Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi

Peristiwa   25 Sep 2020 - 09:39 WIB
Bagikan:          
Bagikan: