34,1 Juta Hektare Lahan Rawa di Indonesia Bisa Dimanfaatkan

TrubusNews
Diah Fauziah
18 Okt 2018   14:30 WIB

Komentar
34,1 Juta Hektare Lahan Rawa di Indonesia Bisa Dimanfaatkan

Lahan rawa bisa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman pertanian dan juga budidaya peternakan. (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Lahan rawa menjadi bagian penting masa depan pertanian Indonesia. Alasannya karena lahan rawa bisa dimanfaatkan untuk berbagai tanaman pertanian dan juga budidaya perikanan saat musim kemarau pada Juli hingga September.

"Pengelolaanya dengan integrated farming yakni mina padi, ternak itik, sayuran dan lainnya," kata Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian, saat menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Nasional (HPN) ke-38 di Kalimantan Selatan, Kamis (18/10).

Menurut Amran, potensi lahan rawa di Indonesia sangat luas, mencapai 34,1 juta hektare yang tersebar di 18 provinsi dan 300 kabupaten. Yang berpotensi dikembangkan untuk pertanian seluas 21,82 juta hektare atau sebesar 64 persen.

Baca Lainnya : Upaya Kementan Ubah Lahan Rawa Jadi Masa Depan Pertanian Indonesia Diapresiasi FAO

"Kalau digarap 10 juta hektare lahan rawa di Sumsel, Kalsel, Jambi dan Kalbar, ditanam minimal dua kali setahun dengan produktivitas 6 ton per hektare, bisa menghasilkan padi 120 juta ton setara 60 juta ton beras. Beras surplus, bahkan bisa memasok kebutuhan dunia," ucap Amran.

Hanya saja, pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture di mana program dirancang dengan mengkorporasikan koperasi petani, regenerasi petani dengan mewirausahakan 4 juta jiwa.

“Harus dikerjakan dengan full mekanisasi dan pola mina padi agar bisa hemat Rp15 juta per hektare, dari biaya cetak sawah yang semula Rp19 juta jadi Rp4 juta per hektare. Pemerintah kabupaten mendukung biaya bahan bakar,” jelasnya.

Pemanfaatan lahan rawa harus dengan prinsip sustainable agriculture. Foto: Istimewa.

Lahan rawa di Kalimantan Selatan yang ditanam jagung dengan pola zig-zag dan pemupukan, menghasilkan 20 ton per hektare, bawang merah 10 ton per hektare dan semangka 7 kilogram per buah dengan pola tumpang sari pepaya. 

“Produktivitas dulu 2 ton per hektare umur 6 bulan, sekarang jadi 6 ton per hektare. Bahkan, bisa ditanam padi 3 kali setahun produktivitas 8,3 ton per hektare. Hasilnya 250 juta ton setara Rp1.134 triliun. Produksi ini mampu memasok pangan dunia,” ungkap Amran. [DF]

 

 

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: