HPN ke-38, Membangunkan Potensi Pangan "Raksasa Tidur" di Selatan Indonesia

TrubusNews
Karmin Winarta
18 Okt 2018   12:00 WIB

Komentar
HPN ke-38, Membangunkan Potensi Pangan "Raksasa Tidur" di Selatan Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pulau Kalimantan, pulau kedua terbesar di Indonesia, yang tersohor dengan sebutan "Borneo", bila menyebut Kalimantan selalu terlintas di fikiran adalah "Tambang" eksplorasi Perut Bumi Borneo, memang tidak dapat dipungkiri selalu berkaitan dengan sektor pertambangan, mulai dari Batubara (Mas Hitam) yang sudah di ekspor ke Penjuru Dunia hingga Gas dan Minyak Bumi menjadi daya tarik Borneo, baru pada era tahun 80 an, Pulau Borneo menjadi wilayah pengembangan baru sektor pertanian untuk komoditas perkebunan.

Tahun 1990, Pemerintah perna ber-angan dan melakukan pembukaan lahan gambut 1 Juta Hektar yang direncanakan menjadi sumber "Produksi Pangan Nasional", namun kesalahan manajemen dan krisis moneter membuat proyek raksasa ini gagal, hasil verifikasi terakhir dari lahan 1 juta hektar, hanya 10 persen yang dapat di optimalkan sebagai lahan pertanian, proyek ini menjadi cerita yang tidak dapat dibaca lagi. 

Baca Lainnya: Mentan: Pemanfaatan Rawa Jadi Lahan Pertanian Solusi Baru di Indonesia

Sektor Pertanian, memang sangat krusial dan sering menjadi "Bulan-bulanan" dari dinamika pembangunan, Kemajuan Jaman dan Tingkat Populasi Penduduk di Muka Bumi, sangat mempengaruhi sektor yang sering diabaikan, tidak terlepas Indonesia sebagai Negeri Agraris yang sudah dikenal diseantero dunia, jauh sebelum era "Revolusi Industri" Benua Eropa, bahkan masih pada abad Pertengahan, Nusantara sudah dikenal melalui berbagai komoditas kebutuhan primer, masyarakat di belahan timur maupun barat, bahkan negeri ini menjadi rebutan berbagai kekuasaan yang berkembang pada jaman itu, melahirkan "Pertikaian" Bangsa Eropa.

Cuplikan History Nusantara tersebut diata hanya Ilustrasi betapa strategisnya Indonesia sejak dahulu kala, hingga saat ini, ketika Era Teknologi digital, isu Ekonomi Global dan Isu-isu "Perang Teknologi" bermotifkan Ekonomi untuk "Pengusaan" Sumber Daya Alam suatu "Negara" yang meliputi komoditas "Pangan" sebagai basisnya.

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: