Rehabilitasi di Sulteng Butuh Waktu, Makanya Pemerintah Bangun Huntara Dulu

TrubusNews
Astri Sofyanti | Followers 1
16 Okt 2018   16:00

Komentar
Rehabilitasi di Sulteng Butuh Waktu, Makanya Pemerintah Bangun Huntara Dulu

Warga menyelamatkan barang-barang dari reruntuhan gempa. (Foto : Trubus.id/ Thomas Aquinus)

Trubus.id -- Dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah sangat besar. Ribuan rumah luluh lantah akibat kejadian ini. Untuk itu lah, dalam waktu dekat ini pemerintah akan segera membangun Hunian Sementara (huntara) berupa barak yang bisa menampung hingga 12 Kepala Keluarga (KK).

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, kerusakan bangunan yang terjadi di Sulteng akibat gempa lebih parah dibanding di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sehingga, rehabilitasi tempat tinggal yang rusak di Sulteng tak bisa dilakukan dengan cepat. Karena itulah huntara dibangun.

Baca Lainnya : Sebelum Dapat Huntap, Pemerintah Bangun Huntara untuk Korban Bencana Sulteng

"Kalau di Lombok kan banyak rumah yang masih bisa mereka masuk, kedua di Lombok program bantuan hunian tetapnya cepat, jadi kami berharap hunian tetap itu yang tahan gempa bisa selesai 6 bulan. Kalau di Sulteng enggak mungkin kami kejar, rumah-rumahnya habis, dan kami harus relokasi," kata Agus di Jakarta, Selasa (16/10).

Lebih lanjut pihaknya menyatakan, untuk proses rehabilitasi di Sulteng, pemerintah tidak ingin gegabah. Sebab, nantinya rehabilitasi rumah dan bangunan yang rusak bisa dilakukan dengan baik.

Baca Lainnya : Masa Tanggap Darurat Sulteng Kini Fokus pada Pembangunan Huntara

"Jadi kita kan enggak mungkin buat kesalahan yang sama, bangun rumah-rumah, komunitas, yang di bawahnya rentan bencana. Jadi micromapping terhadap daerah yang rentan di Sulteng diperlukan untuk mendapat relokasi," paparnya lagi.

Terkait pendataan korban bencana yang akan menerima bantuan rehabilitasi rumah, Agus mengungkapkan, hal itu akan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). [RN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: