720 Jiwa Kekurangan Air Bersih Akibat Kebakaran Gunung Merbabu

TrubusNews
Thomas Aquinus | Followers 2
16 Okt 2018   15:00

Komentar
720 Jiwa Kekurangan Air Bersih Akibat Kebakaran Gunung Merbabu

Kebakaran lereng Gunung merbabu (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemangku lingkungan Dusun Tekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang menyatakan sedikitnya terdapat 720 jiwa terdampak kebakaran lereng gunung Merbabu, yang sudah berlangsung selama 2 hari. Diketahui, kebakaran padang savana telah merusakkan instalasi Pamsimas yang disalurkan dari Tuk Klanting yang selama ini menjadi tumpuan kebutuhan air bersih, bagi warga Dusun Tekelan.

"Kalau dihitung jumlah Kepala Keluarga (KK) ada sekitar 180-an KK yang kini kesulitan mengakses air Pamsimas ini," ujar Kepala Dusun Tekelan, Supriyo Tarzan, Selasa (16/10).

Dikatakannya, kebutuhan air bersih bagi warga Dusun Tekelan selama ini diambil dari sumber mata air Tuk Klanting, yang berlokasi di antara Pos 5 dan Pos 6 pendakian gunung Merbabu. Sumber air bersih tersebut tersebut dialirkan melalui pipa PVC dengan diameter 3 inchi yang dikerjakan melalui proyek Pamsimas. Namun diketahui instalasi pipa yang berada di sekitar Pos 2 dan Pos 3 diketahui telah terbakar mengakibatkan air dari Tuk Klanting sudah tidak mengalir sejak Ahad malam.

Baca Lainnya : Api Masih Berkobar, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup

Supriyo mengatakan, kini untuk bisa mendapatkan air bersih warga Dusun Tekelan terpaksa mengambil air dari bak serba guna milik Kelompok Tani Margo Rukun. Bak serba guna ini sebetulnya merupakan tandon (bak penampungan) air untuk mencukupi kebutuhan pertanian warga anggota kelompok tani.

"Semuanya serba darurat, demi kebutuhan air untuk pertanian pun sementara kami manfaatkan, meskipun harus antre menunggu giliran," ujarnya.

Salah seorang warga Dusun Tekelan, Minto (62 tahun) mengatakan, sebelum pipa Pamsimas rusak akibat ikut terbakar, air dari sumber Tuk Klanting mengalir sampai ke rumah- rumah warga. Namun selama dua hari terakhir setelah kasus kebakaran, warga Dusun Tekelan terpaksa harus ngangsu dari bak serba guna agar bisa mengakses air bersih, termasuk anggota keluarganya.

Baca Lainnya : BNPB Kerahkan 1 Helikopter untuk Padamkan Api di Gunung Merbabu

"Ya lumayan, jarak bak serba guna dari rumah saya sekitar 1,5 kilometer, kalau pulang pergi dihitung sudah 3 kilometer untuk bisa mendapatkan air satu pikul," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan api masih belum padam di lereng Merbabu. Kendati begitu upaya pemadaman akan terus diupayakan dengan cara manual. "Secara visual ini bisa dilihat dari kepulan asap putih yang masih terpantau di sejumlah titik," jelas Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Agus Surolawe. [NN]

  0


Anda belum login, masuk atau mendaftar disini


Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: