Harga Komoditas Naik, Pemasok Sayur di Cianjur Gigit Jari

TrubusNews
Binsar Marulitua
16 Okt 2018   10:15 WIB

Komentar
Harga Komoditas Naik, Pemasok Sayur di Cianjur Gigit Jari

Sayuran, ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Pemasok sayur mayur di Cianjur, Jawa Barat, merugi hingga puluhan juta rupiah karena harga sejumlah komoditas melambung tinggi.

Hal ini karena para pedagang sudah terikat kontrak dengan sejumlah pasar modern besar di wilayah Jabodetabek. Apapun keadaannya di lapangan, mereka  tetap harus memasok barang karena takut didenda atau putus kontrak.

"Kami sudah belasan tahun memasok sayur mayur untuk pasar besar dan modern di Jabotebek, baru kali ini harus menangung kerugian puluhan juta akibat harga melambung tinggi," kata Toni seorang pemasok di Cianjur, Jawa Barat, 

Baca Lainnya: Melirik Potensi Microgreens, Si Sayuran Mini dengan Manfaat Maksi

Ia menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut telah terjadi sejak tiga pekan yang lalu. Komoditas yang harganya naik diantaranya jahe, kol, timun, jeruk nipis, dan cabai hijau.

Dia menuturkan, harga jahe yang biasanya dibeli dengan harga Rp8.000 per kilogram sekarang menjadi Rp23 ribu per kilogram. Harga kol dari Rp4.000 menjadi Rp7.000 per kilogram, sedangkan timun yang biasa dibeli Rp7.000 menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Baca Lainnya: Mengenal Microgreens dan Potensi Nutrisinya untuk Tubuh  

Kenaikan harga tersebut memberatkan pemasok karena harga jual kembali ke pemesan sudah disepakati dalam kontrak dan tidak bisa dinaikan secara mendadak.

"Melambungnya harga sayuran tersebut karena minimnya stok di tingkat pedagang, hingga petani karena belum masuk musim panen, sekalipun ada harga dan kualitasnya kurang bagus," katanya.

Dia berharap kenaikan harga tersebut tidak berlangsung lama karena pemasok terancam gulung tikar jika harga tidak sesuai dengan kontrak.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan: