Api Masih Berkobar, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup

TrubusNews
Astri Sofyanti
16 Okt 2018   09:46 WIB

Komentar
Api Masih Berkobar, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup

Karhutla (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Merbabu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, membuat jalur pendakian menuju puncak Gunung Merbabu ditutup sementara waktu. Sampai pagi ini kobaran api yang menghanguskan kawasan hutan Gunung Merbabu belum bisa dikendalikan. Kondisi ini terjadi karena titik api tak bisa dijangkau armada pemadam kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto memastikan, jalur pendakian Gunung Merbabu, khususnya dari arah Thekelan sudah ditutup. Pihaknya belum bisa memastikan kapan jalur pendakian dibuka lagi.

"Hingga saat ini untuk luasan yang terbakar belum diketahui. Pihak Taman Nasional Merbabu masih melakukan pendataan jadi belum diketahui pastinya," terang Heru di Semarang, Selasa (16/10).

Baca Lainnya: Kebakaran di TN Gunung Merbabu, Petugas Kewalahan Padamkan Api

Karena kobaran api kian meluas petugas meminta bantuan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan pemadaman melalu jalur udara dengan menggunakan water bombing. Tindakan ini dinilai menjadi solusi untuk memadamkan api.

"Kalau water bombing rencananya bisa mengambil air dari embung di Dusun Pulihan, Kabupaten Semarang," tambahnya lagi.

Sebanyak 80 personel gabungan TNI, Polri, relawan bersama sejumlah elemen masyarakat terus berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman hanya bisa dilakukan secara manual dengan sabit, batang kayu, dan peralatan lainnya untuk mematikan sumber api agar tak merambat.

Baca Lainnya: Gunung Merbabu Masih Membara, Helikopter Water Bombing Kemana?

"Hingga saat ini personel Polsek dan Koramil Getasan masih standby di Basecamp Thekelan, bersama petugas dari Taman Nasional Gunung Merbabu dan para relawan," ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Semarang, AKP Teguh Susilo Hadi.

Dikatakan Teguh, petugas gabungan harus berjibaku dengan beratnya medan serta embusan angin kencang. Menurutnya kobaran api masih terjadi di daerah sisi barat, tepatnya area Getasan, Kabupaten Semarang.

“Sampai saat ini kobaran api belum mampu dipadamkan. Angin cukup kencang, sehingga memudahkan api melahap semak belukar kering. Belum lagi faktor terjalnya lokasi kebakaran,” ungkapnya. [KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: