Jokowi Siap Ubah 7,9 Ha Rawa Jadi Lahan Pertanian Produktif

TrubusNews
Astri Sofyanti
15 Okt 2018   10:45 WIB

Komentar
Jokowi Siap Ubah 7,9 Ha Rawa Jadi Lahan Pertanian Produktif

Presiden Jokowi (Foto : Dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan)

Trubus.id -- Jelang memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-28, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akan mencanangkan program Optimalisasi Lahan Rawa yang bertujuan meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

Program tersebut diungkapkan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengatakan, program ini dicanangkan karena besarnya potensi lahan rawa sebagai lahan pertanian produktif.

"Melalui program ini masyarakat semakin sejahtera karena pendapatannya akan meningkat,'' ujar Amran, melalui siaran pers, Senin (15/10).

Sebagamana kita ketahui, pemerintah terus mendorong pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian yang produktif. Hal ini dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045 mendatang.

Baca Lainnya: Sentra Pertanian di Palu Rusak Parah, Tapi Tak Pengaruhi Stok Pangan Nasional

Lebih lanjut Amran mengungkapkan, peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi. Sementara lahan suboptimal seperti rawa belum dimanfaatkan dengan optimal.

Untuk merealisasikan program Presiden Jokowi ini, ia menugaskan jajarannya untuk membuat instrumen program terobosan yang dapat mengoptimalkan fungsi lahan rawa sebagai lahan pertanian. Instrumen tersebut meliputi kebijakan, riset, inovasi dan kewirausahaan.

Lahan rawa yang akan dikonversi menjadi kawasan pertanian diprioritaskan pada lahan rawa yang ditumbuhi semak belukar yang secara ekologi cocok untuk kegiatan budi daya pertanian.

Hal ini berdasarkan kajian Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) Kementerian Pertanian, sekitar 7,9 juta hektare yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Selain itu, prioritas lainnya yang akan dilakukan pemerintah yakni, merevitalisasi Rawa Bokor yang mencapai dua juta hektare. Rawa Bokor merupakan lahan rawa yang pernah dibuka, namun belum dibudidayakan.

Baca Lainnya: Usai Karhutla, Bencana Banjir Tahunan Mulai Ancam Riau

Sebagaimana kita ketahui, Rawa Bokor merupakan lahan terbengkalai yang akan diaktifkan kembali dengan memperbaiki sistem tata air, baik makro maupun mikro. Alokasi biayanya pun lebih rendah jika dibandingkan dengan membuka lahan rawa baru. 

Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia nanti, Presiden Jokowi bersama sejumlah Duta Besar negara sahabat juga akan melihat langsung proyek percontohan seluas 750 hektare di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

Percontohan ini merupakan visualisasi bagaimana pengelolaan dan optimalisasi lahan rawa menjadi lahan pertanian produktif.

Salah satu yang akan diperlihatkan melalui percontohan ini adalah peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Lahan yang tadinya hanya bisa satu kali tanam setahun atau bahkan terlantar, dapat ditingkatkan pertanamannya menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun.[KW]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

Bagikan:          

Ini 5 Daerah di Jawa Barat dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

Peristiwa   11 Agu 2020 - 09:18 WIB
Bagikan:          
Bagikan: