Ubur-ubur Invasi Pantai Ancol, Hindari Berenang di Pagi dan Malam Hari

TrubusNews
Syahroni
14 Okt 2018   19:00 WIB

Komentar
Ubur-ubur Invasi Pantai Ancol, Hindari Berenang di Pagi dan Malam Hari

Ilustrasi (Foto : Istimewa)

Trubus.id -- Sudah sepekan terakhir, kawanan ubur-ubur terlihat di Pantai Ancol, Jakarta Utara. Ubur-ubur yang muncul setiap pagi dan tengah malam ini biasanya terlihat di sekitar batas curam pantai Ancol yang berbentuk bola. 

Seorang penjaga pantai mengatakan, fenomena invasi ubur-ubur ini memang biasa terjadi. Jika diperhatikan, siklus kedatangannya hanya terjadi di saat musim kemarau seperti saat ini saja.

"Musim-musiman saja. Kalau waktunya panas, kemarau panjang, keluar dia. Maksudnya kalau musim panas gini, dia (ubur-ubur) keluarnya pagi," kata Sugianto, petugas penjaga pantai Ancol.

Meski demikian, Sugianto mengatakan, pengunjung tak perlu khawatir bila ingin datang ke pantai pada siang hari. Sebab, ubur-ubur menjauhi permukaan air saat matahari bersinar.

Baca Lainnya : Menghebohkan, Ribuan Ubur-ubur Terdampar di Pantai, Mengapa?

"Jadi kalau siang, dia menghilang, mungkin lari ke dasar laut, di permukaan sudah nggak ada ubur-uburnya. Kalau musim hujan malah nggak ada, nggak tahu saya itu kenapa bisa gitu," ujarnya lagi.

Sugianto menjelaskan, terkadang ubur-ubur tersebut bisa terlihat di sekitar pelampung pengunjung yang berenang ke batas curam pantai. Ia mengatakan, meski tidak berbahaya namun ubur-ubur ini bisa menimbulkan efek gatal jika tersentuh.

"Bahaya sih nggak, paling nggak kalau anak-anak nggak tahu ubur-ubur gatal, dibuat main. Makanya sering kita woro-woro jangan dibuat main ubur-ubur karena gatal. Gatalnya kayak kita kena ulat bulu," tuturnya lagi.

Manajemen Ancol sendiri mengakui, tidak banyak ubur-ubur yang muncul belakangan ini. Namun meski demikian, mereka tetap melakukan koordinasi dengan Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) untuk mencari tahu penyebab fenomena ini. 

"Terkait fenomena munculnya ubur-ubur secara massal di perairan pantai Ancol beberapa hari lalu, masih dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan membawa sampel ubur-ubur dan air ke Pusat Penelitian Oseanografi LIPI dan masih menunggu hasilnya," kata Manager Corporate Communication Ancol Taman Impian Rika Lestari kepada wartawan, Sabtu (13/10) kemarin.

Sementara itu, Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) menilai keberadaan ubur-ubur di pantai Ancol disebabkan adanya perubahan arus di laut lepas. Kondisi itu juga akibat pergantian musim yang sedang berlansung di indonesia. 

"Ini perubahan musim kalau saya kira. Saya belum berfikir yang paling parah. Kalau fenomena alam normal biasanya perubahan musim. Perubahan musim itu biasanya ada perubahan pola arus, perubahan arah angin jadinya bisa mempengaruhi migrasi atau pergerakan biota-biota di laut, itu yang alami," kata peneliti Biodiversitas dan Konservasi Sumber Daya Laut LIPI, Yuli Sugeha.

Baca Lainnya : Peneliti: Meski Tak Punya Otak, Ubur-Ubur Bisa Tidur Nyenyak

Selain karena pergantian musim, migrasi ubur-ubur juga bisa terjadi akibat ledakan populasi plangton atau blooming algae. Penyebab lainnya yakni fenomena alam yang dapat dibaca oleh biota laut. Namun Yuli menilai dua penyebab tersebut kemungkinannya masih lemah.

"Tapi kalau dia melimpah dan beberapa hari terjadi bisa saja ada sesuatu terjadi di laut lepas, misalnya ada blooming algae beracun dan itu bisa mempengeruhi biota-biota lain tidak hanya ubur-ubur tapi juga bisa ikan yang membuat dia terdampar. Yang ketiga bisa saja fenomena alam, karena ada tsunami, sebelum itu terjadi biota bisa membaca, ada perubahan di alam, apakah itu karena gempa kemudian ada tsunami, atau ada gerhana matahari total, atau gerhana bulan, bisa saja biota-biota itu melakukan perubahan migrasi dari biasanya," paparnya.

Yuli mengatakan keberadaan ubur-ubur itu tak akan merusak ekosistem di area pantai apalagi jika keberadaannya tak berlangsung lama. Sebab mereka akan kalah dalam persaingan dengan biota pesisir yang punya daya tahan lebih kuat.

Meski begitu Yuli tetap mengingatkan agar pengunjung mewaspadai keberadaan ubur-ubur tersebut. Sebab hingga kini belum diketahui apakah ubur-ubur di pantai Ancol itu mengandung racun atau tidak. [RN]

  0


500 Karakter

Artikel Terkait

KKP Hentikan Sementara SPWP Ekspor Benih Bening Lobster

Peristiwa   26 Nov 2020 - 17:29 WIB
Bagikan:          
Bagikan:          
Bagikan: